Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

2 Bocah Jadi Korban Banjir Pekalongan, Jenazah Lansia Mengambang di Rumah Kebanjiran

0 574

MuriaNewsCom, Pekalongan – Banjir yang melanda wilayah Pekalongan sejak beberapa hari terakhir telah menelan korban jiwa. Setidaknya dua bocah dan satu nenek ditemukan meninggal dunia saat banjir melanda wilayahnya.

Dua bocah tersebut yakni M Fathir (8) warga Desa Pucung, Kecamatan Tirto dan Normanisa (10) warga Desa Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur. Keduanya ditemukan meninggal pada Minggu (27/1/2019) kemarin,

Fathir diduga meninggal setelah terseret arus saat berenang bersama rekan-rekannya di saluran tersier Balai Desa Pucung Kecamatan Tirto. Sementara Normanisa diduga tersengat aliran listrik penerangan jalan saat menembus banjir menuju masjid.

Peristiwa tersengat listrik ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB hari Minggu kemarin. Kapolsek Pekalongan Timur AKP Junaidi kepada wartawan membenarkan hal ini.

Menurut dia, diduga bocah tersebut tesengat listrik hingga kemudian jatuh ke genangan air. Warga baru mengetahui kejadian itu setelah beberapa menit kemudian.

“Sempat dibawa ke RS Siti Khodijah Pekalongan, namun nyawanya tak terolong,” katanya.

Dan Senin (28/1/2019) pagi ini, Relawan PMI Kota Pekalongan dan warga mengevakuasi jenazah seorang lansia yang ditemukan mengambang di dalam rumahnya yang tergenang banjir.

Lansia tersebut diketahui bernama Salma (81) warga warga Jalan Truntung Klego Gang 3, Kota Pekalongan. Jenazah Salma ditemukan warga sudah mengambang di dalam rumahnya yang tergenang.

“Warga menemukan jenazah Salma mengapung, kemudian dipindahkan oleh warga ke musala,” kata Karmilah (47) tetangga korban.

Ia menyebut, karena lokasi kampung tergenang banjir warga menghubungi PMI Pekalongan untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

Baca : Banjir Kepung Lapas Pekalongan, Ratusan Napi Diungsikan

Salah seorang relawan PMI yang ikut mengevakuasi korban, Adit Fahmi menceritakan bahwa jasad korban sudah lebih dulu dievakuasi warga ke sebuah musala.

“Saat kami evakuasi tidak ada keluarga yang menunggu. Keterangan warga, Salma seorang diri di rumahnya,” kata Adit.

Air yang masih tinggi menjadi kendala bagi warga dan relawan PMI untuk mengevakuasi jasad korban. Kini jasad korban dievakuasi ke Yayasan Arrabitah Al-alawiyah Daarul Aitam.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.