Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kebanjiran, SD 3 Jati Wetan Kudus Tetap Gelar Try Out

MuriaNewsCom, Kudus – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jati Wetan hari ini tetap melangsungkan Try Out Ujian Nasional di tengah banjir yang menggenangi Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Sekolah dasar yang memiliki 75 siswa itu pun tetap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti pada umumnya.

“Hanya memang orang tua yang khawatir jadi beberapa tidak masuk,” jelas Eni Yustiani, salah satu guru di SD tersebut.

Eni menerangkan jika tadi pagi, para siswanya digendong oleh orang tuanya menuju ke sekolah. Ini dikarenakan ketinggian banjir di beberapa titik sudah mencapai lutut orang dewasa.

“Karena takut basah jadi digendong. Kami pun menitipkan sepeda motor kami di tepi jalan masuk gang,” ungkap Eni.

MuriaNewsCom memantau, hingga pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi air mulai naik dan ada beberapa murid kelas satu sampai lima yang diungsikan. Mereka diungsikan menggunakan mobil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.

“Untuk kelas enam masih melaksanakan tryout,” jelas Eni.

Dua orang siswa kelas 3 SD 3 Jati Wetan tengah bermain air di jam istirahat di halaman sekolahnya yang tergenang banjir, Senin, (28/01/2019) (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Terkait upaya penanggulangan, Kepala Sekolah, Sutopo mengatakan jika telah mengajukan proposal terkait peninggian halaman sekolah. Hanya, hingga saat ini masih belum ada tanggapan dari Dinas terkait.

“Belum ada, itu dari tahun kemarin,” ungkap Sutopo.

Hingga saat ini, pihaknya telah berupaya untuk meninggikan lantai sekolah guna mencegah air masuk ke dalam kelas. Ia pun menambahkan jika banjir tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Ini seperti tahun 2016-2017 lalu,” jelas Sutopo.

Pihaknya pun berharap bantuan dari pemerintah itu akan segera direalisasikan. Mengingat dari tahun ke tahun, banjir di Kudus semakin tidak bisa diprediksi.

“Semoga pengajuan peninggian halaman dan pemasangan paving bisa segera dilaksanakan,” tandas Sutopo.

Sementara itu Budi Yuwono, salah satu koordinator  relawan BPBD mengimbau kepada pihak sekolah ataupun masyarakat setempat untuk tetap waspada. Hal ini dilakukan supaya tidak ada penanganan yang terlambat saat terjadi hal yang tak diinginkan.

“Saling waspada saja, untuk sementara keadaan masih aman,” ungkap Budi.

Hanya, dirinya menyarankan, jika air sudah mulai masuk ke dalam kelas atau bisa dikatakan meninggi, baik pihak sekolah ataupun masyarakat sekitar diharapkan mau mengungsi ke tempat yang telah disediakan.

“Sebaiknya libur saja, untuk masyarakat segera mengungsi agar hal-hal yang bersifat tiba-tiba bisa dihindari,” tandas Budi.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...