Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terpleset saat Buang Air, Ibu di Karangmalang Kudus Tewas Tenggelam

0 1.878

MuriaNewsCom, Kudus – Sarkanah (40) warga Dukuh Kemasan RT 01/ RW 05, Desa Karangmalang, Gebog, ditemukan tewas setelah dua jam sebelumnya dinyatakan hilang karena hanyut di Kali Muneng, Sabtu, (26/01/2019) . Diduga dirinya terpeleset sesaat setelah  buang air di kali tersebut.

Kejadian ini dibenarkan oleh Babinsa Desa Karangmalang, Serka Arif. Dari keterangannya, korban terpeleset sesaat setelah buang air besar. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat itu mungkin korban terpeleset,” jelas Arif.

Untuk pencarian, ia bersama warga mulai menyusuri Kali Muneng sesaat setelah korban dinyatakan hilang. Ia menceritakan sempat menemukan sandal korban yang berada di jarak 50 meter dari lokasi terpelesetnya Sarkanah.

“Sempat tanya pihak keluarga dan benar, langsung dilakukan penelusuran lebih jauh lagi,” ucap Arif.

Jenazah Sarkanah baru bisa ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB. Jenazah ditemukan di jarak sekitar  800 meter dari lokasi kejadian dan langsung diangkat menggunakan kantong mayat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ditemukan tersangkut di Bambu,” tandas Arif.

Sementara itu, penemu jenazah korban, Danang, mengatakan jika awal mula ditemukannya korban adalah saat dirinya melihat tangan mengambang diantara tumpukan sampah bambu di pinggir kali. Ia merinci, jenazah berada dibawah tumpukan tersebut.

“Saya langsung menyelam karna kedalaman di titik ituu cukup dalam,” ungkap Danang.

Soal luka yang didapat korban, Dokter dari Puskesmas Gribig, dr Wahyu,  memberi rincian  jika korban mengalami luka memar di bagian dagu, lecet di bagian siku kanan selebar 2 centimeter, serta luka lecet di pergelangan tangan dengan lebar 4 centimeter.

“Korban memang cacat dari lahir, tangan dan kaki kanannya lebih kecil dari sebelah kiri, jadi tidak seimbang, karna kecacatan itu korban mungkin tidak seimbang saat terpeleset,” tandas Wahyu.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.