Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Ada Saluran Air, Genangan Air di Kecamatan Dukuhseti Pati Makin Tinggi

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah desa di Kecamatan Dukuhseti hingga hari ini masih tergenang banjir. Terutama di desa Banyutowo, yang meliputi Dukuh Mencil dan Desa Dukuhseti di Dukuh Purbo dan Selempung. Ketinggian air yang merendam bervariasi antara 20-50 cm.

Menurut Ali Masadi, warga Banyutowo, setidaknya ada 160 rumah hingga saat ini masih terendam. Dijelaskan, untuk di desanya ada 60 rumah di RT 2 RW 1 yang masih terendam.

“Sejak Selasa (22/1/2019) kemarin air merendam karena memang curah hujan cukup tinggi yang disertai angin kencang dan petir. Kalau di sini ketinggian air antara 20 sampai 40 cm,” kata Ali, Jumat (25/1/2019)

Sementara, air lebih parah merendam di Dukuh Selempung, Desa Dukuhseti. Ketinggian air yang merendam dua RT di dukuh tersebut mencapai 50 cm. Yaitu RT 7 RW 3 ada 80 rumah, sedangkan di RT 8 RW 3 ada 50 rumah yang masih terendam.

“Sementara di Dukuh Purbo, masih ada 42 rumah yang masih terendam. Tak hanya genangan air, angin juga menumbangkan sejumlah pohon,” tambahnya.

Ditambahkan, banjir tahunan itu dipicu tidak adanya saluran air arah utara Dukuh Selempung melintas Sungai Congot. Namun karena tidak pernah dikeruk, menyebabkan sungai menjadi dangkal. Sehingga, jika debit air tinggi, tidak mampu mengalirkan air. Hal ini juga dinilai menjadi pemicu tidak mengalirnya air jika terjadi banjir di wilayahnya.

“Ini juga dipicu minimnya kesadaran warga setempat yang tidak memperbolehkan sungainya dikeruk. Mereka khawatir jika sungai tersebut dikeruk akan mengganggu lalu lintas air untuk budidaya ikan di tambak yang berada di timur desa. Padahal itu kan bisa dibuatkan pintu air agar bisa mengatur air dari laut dan darat,” keluhnya.

Ia juga meminta, pihak terkait untuk memikirkan masalah tersebut. Mengingat jika tidak diatasi banjir akan selalu terjadi di dua desa yang berada di bibir pantai itu.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah untuk membuatkan saluran air. Khususnya yang menghubungkan antara Desa Banyutowo dengan Dukuh Selempung,”  tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...