Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kebangetan! Gara-gara Tak Bisa Dandan Istri Dipukuli Sampai Babak Belur

0 905

MuriaNewsCom, Pekalongan – Akhmad Khumaidi (31) warga Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan nekat menganiaya istrinya sendiri hingga babak belur. Tak hanya dipukuli pakai tangan, istrinya juga dihantam beberapa kali menggunakan helm.

Penyebab kekesalan Khumaidi itu lantaran istrinya yang berinisial MA (23) tak bisa berdandan. Kondisi ini membuat pelaku malu, terutama jika mengajak istrinya ke kondangan.

Karena beberapa kali menjadi sasaran kekean suaminya, MA pun melapor ke polisi. Kini suaminya yang bekerja sebagai buruh jahit itu digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sudah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga, dalam hal ini yang menjadi korban adalah istri pelaku sendiri,” kata Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom, Rabu (23/1/2019).

Dari hasil pemeriksaan pelaku telah beberapa kali melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Aksi terakhir dilakukan pada Sabtu (19/1/2019) malam lalu.

Saat itu pelaku dan korban pergi menghadiri kondangan di Desa Pajomblongan, Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan. Di tengah perjalanan pulang, pelaku memarahi korban dengan alsaan kroban membuatnya malu karena tak bisa berdandan.

Selama perjalanan pelaku menusuk-nusuk lutut korban menggunakan kunci kontak sepeda motor hingga berulang kali.

Dan setelah sampai di kos, pelaku kemudian menghantam korban dengan helm yang baru dipakainya. Akibatnya, korban mengalami pendarahan pada bagian hidung. Tak hanya itu, pelaku juga menendang kening korban menggunanan kaki.

Mendapati perlakuan itu, korban lalu pergi dari rumah ke rumah salah satu kerabatnya. Ia pun menceritakan semua yang dialaminya ke pihak keluarga.

Keesokan harinya, pelaku datang untuk menjemput korban. Namun karena korban menolak, pelaku mengancam akan membunuhnya, sehingga korban menurut. Korban pun akhirnya memberanikan diri melapor ke polisi.

”Pelaku langsung kami amankan di rumah kosnya, dan menmbawanya ke Mapolresk Kedungwuni untuk menjalani pemeriksaan,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang No 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 15 juta.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.