Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rumput Alun-alun Dibuat Berstandar FIFA, Begini Tanggapan PSSI Pati dan Patifosi

MuriaNewsCom, Pati – Rencana renovasi Alun-alun pati yang rumputnya akan diganti dengan standar FIFA, mendapatkan respon negatif dari sejumlah pihak. Respon tersebut sebgaimana dilontarkan oleh Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pati, Eddy Siswoyo. 

Dirinya menilai, kalau rumput alun-alun dibuat standar FIFA, seharusnya  rumput di Stadion Joyo Kusumo juga diperhatikan. Mengingat, kondisi rumputnya sangat tidak terawat dan nampak gersang. 

“Kalau rumput di Joyokusumo itu sangat tidak layak. Belum lagi tanahnya yang keras, sehingga apabila pemain terjatuh, pasti akan mudah terluka,” kata Eddy saat ditemui, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, selama ini juga tidak ada perawatan rumput di lapangan Joyokusumo. Hanya ada penambahan tulisan dan tribun di sebelah utara. Sementara khusus untuk lapangan, belum ada perbaikan. 

Dia menilai, kualitas lapangan yang baik juga akan berpengaruh terhadap permainan. Apalagi, saat ini banyak atlet sepak bola junior yang mulai geliat. Seharusnya, ini juga perlu diperhatikan. 

“Kondisi lapangan sangat berpengaruh. Kami harap lapangan Jiyokusumo juga diperhatikan,” harapnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Patifosi Dian Dwi Budianto mengatakan, dari pada mengutamakan rumput Simpang Lima, lebih baik mendahulukan rumput stadion. Sebab, itu  jelas fungsi dan manfaatnya. 

“Karena dana untuk membeli rumput standar FIFA ditaruh di alun-alun, banyak tidak manfaatnya, karena di injak sepatu dan orang umum,” katanya. 

Sementara apabila rumput standar FIFA ditaruh di Stadion Joyokusumo, tentunya lebih jelas manfaatnya. Tentunya tim-tim liga 2 dan Liga 1 berkenan datang untuk bertanding. 

“Bila tim-tim besar berkenan datang ke stadion, tentunya bisa memperkenalkan ke kota-kota lain, baik dari segi olahraga maupun pariwisata,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...