MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

LPBI NU Didorong Ikut Tanggulangi DBD di Jateng

0 345

MuriaNewsCom, Semarang – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Jawa Tengah didorong untuk ikut dalam penanganan ancaman penyakit Demam Berdarah Dengau (DBD).

Dorongan ini datang dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menerima audiensi Pengurus Wilayah LPBI NU Jateng, Selasa (22/1/2019).

Menurut Ganjar, dengan lembaga yang terstruktur dari wilayah hingga kabupaten/kota, LBPI NU bisa mengajak warga Nahdliyin untuk menjadi pemantau jentik nyamuk.

“Minimal satu rumah satu pemantau, sehingga ancaman DBD ini bisa ditekan,” katanya.

Mantan anggota DPR RI ini menyatakan, sudah terbiasa dengan dunia kerelawanan. Bahkan dia pernah ditugasi partainya untuk memimpin lembaga relawan bencana. “Saat itu kita ikut terlibat dalam penanganan bencana gempa Yogyakarta,” terangnya.

Ganjar juga mengapresiasi keberadaan LBPI NU. Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan LPBI NU dalam pencegahan maupun penanganan bencana di provinsi ini. Apalagi, lembaga ini berada di bawah naungan organisasi kemasyarakatan (ormas) besar, NU.

“NU sendiri punya Lembaga Ma’arif dan punya banyak sekolah. Lewat sekolah-sekolah ini upaya sosialisasi maupun pencegahan bencana bisa dilakukan LPBI NU, termasuk mengenalkan pengetahuan bencana bagi para siswa,” ujarnya.

Ganjar juga sangat mendukung gagasan LPBI NU mengenai perubahan iklim. Termasuk keberadaan bank sampah yang digagas lembaga ini.

“Kita di provinsi juga sudah mengurangi plastik. Lihat saja di ruangan ini (ruangan gubernur), air minum tidak dalam kemasan plastik. Tapi di teko, menuangkan sendiri ke gelas yang kita sediakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, audiensi ini bagian dari silaturahmi dengan semua pihak. Selain mengenalkan keberadaan LPBI, juga membangun sinergi utamanya dalam pencegahan maupun penanganan bencana.

Winarti menambahkan, lembaga ini mempunyai misi terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap dampak bencana dan perubahan iklim.

“Tentunya beberapa hal harus kita kuatkan. Semisal peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.