Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bocor, Pintu Pembuang Sungai Wulan di Tanggulangin Kudus Mengkhawatirkan

MuriaNewsCom, Kudus – Pintu pembuang Kencing I di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, yang berada di Sungai Wulan, sudah beberapa bulan ini bocor. Penyebab kebocoran adalah karena adanya celah di antara pondasi pintu air dengan besi pintu air selebar 10 centimeter.

Pelaksana tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Heru Subiyantoko melalui Kepala UPT Pengairan II, Muhtarom, mengatakan seharusnya tidak boleh ada celah antara pondasi pintu air dan pintu airnya.

“Seharusnya tidak ada, memang tidak membahayakan, tapi kalau lama kelamaan, riskan juga,” katanya saat ditemui di lokasi.

Muhtarom merinci, kondisi tersebut sebelumnya memang tidak begitu membahayakan. Celah terkadang dapat tertutup sampah yang terbawa arus. Namun, bagaimanapun kondisi tersebut, harus segera diperbaiki untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

”Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini, kan juga was-was,” katanya.

Terkait keadaan seharusnya, dia merinci idealnya celah tersebut harus ditutup dengan penyekat. Dalam istilah teknis pengairan biasa disebut dengan banjir skerem.

” Penyekat atau banjir skerem biasanya menggunakan cor beton atau diganjal dengan besi plat,” jelas Muhtarom.

Disinggung soal perbaikan, pihaknya mengatakan jika sudah mengusulkan perbaikan kebocoran akibat adanya celah. Namun hingga saat ini masih belum terealisasi.

“Sudah diusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Semarang,” terangnya.

Lanjut, soal teknis penggunaan, Ia menjelaskan, saat debit Sungai Wulan meningkat di atas 150 meter kubik per detik, celah pada pintu pembuang Kencing I akan menyebabkan aliran menerobos masuk ke saluran dekat pemukiman warga. Sebaliknya, ketika debit Sungai Wulan di bawah 150 meter kubik per detik dan kondisi saluran pembuang di dekat pemukiman warga meningkat, air secara otomatis masuk ke Sungai Wulan.

”Biasanya, saat debit Sungai Wulan kurang dari itu tadi, pintunya  dibuka untuk mengeluarkan  aliran air ke Sungai Wulan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Serang, Lusi, Juwana (Seluna), Noviyanto melalui Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Syam Sahida Ali Musthofa, ketika dikonfirmasi menyatakan, celah pada pintu air akan diupayakan diperbaiki. Perbaikan dapat dilakukan dengan memasang pelat besi atau mengecor.

”Kewenangan perbaikan sebenarnya  berada pada BBWS Pemali Juana,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...