Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bertandang ke Desa Purworejo, Sekda dan ASN Setda Blora Borong Cabai Petani

MuriaNewsCom, Blora – Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi bersama para ASN setda melangsungkan kunjungan ke Desa Purworejo, Senin (21/1/2019). Adapun agendanya adalah melanjutkan aksi penyelamatan harga cabai merah di tingkat petani.

Sejumlah pejabat ikut mendampigi Komang dalam kesempatan itu. Antara lain, Kepala Bagian Umum Ngaliman dan Kepala Bagian Humas Protokol Hariyanto. Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Retno Kusumowati serta Kepala Desa Purworejo Harun tampak menyambut kedatangan rombongan pejabat itu.

Begitu tiba di lokasi, rombongan langsung menuju rumah petani di Desa Purworejo, Kecamatan Blora yang dikenal sebagai penghasil cabai. Rombongan langsung melihat proses pembungkusan cabai merah yang baru saja dipetik dari kebun. Setidaknya ada 3 kuintal cabai merah varietas Kiyo yang dibeli untuk seluruh ASN di lingkungan Setda Blora.

Komang sempat berdialog dengan sejumlah petani cabai merah yang berkumpul di rumah Manggar, salah seorang pengurus Kelompok Tani Sumber Rejeki III, yang juga anggota Gapoktan Bina Tani Desa Purworejo. Ia juga memberikan arahan dan semangat agar petani tetap semangat dalam menjalani profesinya.

“Berdasarkan arahan Bapak Bupati, seluruh ASN di Kabupaten Blora diminta turut andil dalam penyelamatan harga cabai. Caranya dengan membeli langsung ke petani, agar tidak jatuh di tangan tengkulak yang harganya sangat rendah,” tegas Komang.

Menurutnya, pembelian langsung dari petani ini sebagai salah satu upaya untuk ikut menyetabilkan harga cabai merah. Saat ini, harga beli para tengkulak ke petani hanya sekitar Rp 8-9 ribu per kilogram.

“Dengan harga segitu, petani merugi karena nilai BEPnya sekitar Rp 10 ribu. Kami ingin menolong para petani dengan membeli harga yang lebih layak sehingga petani bisa untung. Cabai hasil panen ini kita beli dengan harga Rp 14 ribu per kilogram,” jelasnya.

Secara bertahap, OPD lainnya juga diminta melakukan hal yang sama. Jika hal ini berhasil dilakukan, diharapkan harga cabai kembali normal dan para tengkulak tidak seenaknya sendiri menentukan harga komoditas hortikultura.

“Ini salah satu bentuk intervensi Pemerintah untuk menyelamatkan harga cabai sehingga petani tidak merugi. Apalagi ASN Kabupaten Blora berjumlah 8.000 an. Jika semuanya membeli langsung ke petani, maka kesejahteraan petani akan lebih baik,” imbuhnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...