MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengentasan Kemiskinan di 14 Daerah Zona Merah Jateng Mulai Digenjot

0 574

MuriaNewsCom, Semarang – Sebanyak 14 daerah masuk zona merah kemiskinan di Jawa Tengah. Pemprov Jateng mulai memberikan prioritas penanganan penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah tersebut.

Daerah-daerah yang masuk zona merah kemiskinan di Jateng yakni Kabupaten Demak, Grobogan, Blora, Rembang, Pemalang, Brebes, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Banyumas, Kebumen, Klaten, dan Sragen.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengatakan, pemprov akan memperkuat kapasitas ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja, guna mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran Jateng.

“Penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas Pemprov Jateng dalam program pembangunan lima tahun ke depan. Ini menjadi perhatian kita semua, dengan prinsip keroyokan atau gotong royong,” katanya.

Mantan anggota DPRD Jateng tersebut meminta agar ada pembagian atau pemetaan prioritas wilayah penanggulangan kemiskinan 2019-2023. Pemetaan tersebut yakni untuk Jateng wilayah timur meliputi Kabupaten Demak, Grobogan, Blora, dan Rembang.

Sedangkan Jateng wilayah barat adalah Pemalang dan Brebes. Kemudian bagian selatan yakni Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga, lalu Purworejo, Banyumas dan Kebumen, serta wilayah Soloraya meliputi Klaten dan Sragen.

“Pembagian wilayah ini untuk mempermudah monitoring, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait. Terlebih prinsip penanggulangan kemiskinan di Jateng adalah keroyokan atau kerja bareng dengan pendekatan holistik, integratif, tematik, dan spasial,” ujarnya.

Tidak kalah penting adalah data warga miskin yang akurat dan transparan di setiap daerah hingga tingkat desa. Data warga miskin harus dipampang di papan informasi desa, sehingga semua warga dapat bersama-sama memantau perkembangan kemiskinan di masing-masing daerah.

“Sehingga, jika ada nama warga yang dicantumkan di data warga miskin tetapi kenyataannya tidak miskin lagi, maka harus dicoret dan ganti dengan warga lain yang masih miskin. Selain itu jga mempermudah memonitoring apakah warga yang tahun lalu miskin sekarang masih kategori miskin atau sudah membaik,” pintanya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sri Puyono memaparkan, target penurunan kemiskinan di Jateng pada 2019 adalah 6,48 hingg 7,48 persen. Kemiskinan di Jateng sebagian besar di daerah pedesaan, dengan jenis pekerjaan beragam. Antara lain buruh tani, buruh petani, pekerja serabutan, kuli bangunan, dan pedagang asongan.

Menurut dia, berbagai program digulirkan pemprov guna penanggulangi kemiskinan. Antara lain program Kartu Jateng Sejahtera yang 2018 telah terealisasi sebesar Rp 34,85 miliar bagi 12.229 penerima manfaat.

Kemudian, program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) PBI nonkuota, pemugaran rumah tidak layak huni, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Kartu Tani yang hingga Desember 2018 tersalurkan sebanyak 2.444.689 kartu.

Program lainnya yang terus berlanjut adalah Kartu Nelayan dengan penerbitan dan pendistribusian kartu bahan bakar minyak meliputi 16 kabupaten/kota sampai Desember 2018 tercatat sebanyak 114.444 kartu.

Selain itu menumbuhkan wirausaha baru, serta mendorong UMKM agar terus berkembang melalui program kredit usaha Mitra Jateng dengan bunga rendah dan tanpa agunan.(lhr)

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.