MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

DPRD Jateng Bakal Bangun Gedung Baru, Ganjar Berikan Syarat Ini

0 529

MuriaNewsCom, Semarang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah akan dibangunkan gedung baru. Pembangunan gedung ini, lantaran gedung lama tak mampu untuk menampung jumlah anggota dewan hasil Pileg 2019 mendatang.

Pasalnya, Gedung Berlian hanya didesain untuk ruang kerja bagi 100 anggota dewan. Sementara dalam pemilu kali ini ada perubahan jumlah anggota dewan. Dari awalnya yang hanya berjumlah 100 orang menjadi 120 orang.

Hal ini berdasarkan penambahan jumlah dapil (daerah pemilihan) karena jumlah penduduk Jateng lebih dari 20 juta jiwa.

Rencana penambahan gedung baru untuk DPRD Jateng ini mendapat dukungan dari Gubernur Ganjar Pranowo. Namun ia memberikan syarat tertentu.

Terutama soal desain gedung. Yakni gedung baru tersebut harus dilengkapi dengan area parkir sepeda motor dan mobil. Selain itu harus ada sisa ruang untuk taman.

“Saya minta penataan parkir dibuatkan bangunan sendiri. Dikumpulkan, karena selama ini terpisah dan terlihat eplek-eplek (tidak teratur). Lebih baik dijadikan bagus sekalian. Termasuk lama bertahannya gedung,” katanya.

Sementara, Asisten Administrasi Setda Provinsi Jateng Budi Wibowo menjelaskan, rencana pembangunan gedung baru itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Terutama pasal 188 ayat 2D dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 73 tahun 2011 tentang bangunan gedung negara.

“Jumlah penduduk Jateng lebih dari 20 juta jiwa. Kursi dewannya menjadi 120 hasil Pemilu 2019. Sekarang ini, hanya mampu menampung 100 anggota. Dalam Perpres, disebutkan jika ruang kerja anggota dewan disetarakan dengan Eselon II,” ujarnya.

Meski demikian menurutnya, pihaknya hanya bisa membangun gedung baru di atas lahan seluas 450 meter persegi saja.

Karena kompleks Gubernuran dan DPRD memiliki total luas lahan sebanyak 3,15 hektare. Tapak bangunan berdiri di atas lahan seluas 12.887 meter persegi. Sehingga, sisanya hanya 450 meter persegi.

Rencana gedung pun, menurut Budi, menjadi delapan lantai. Lantai satu dan dua untuk parkir sepeda motor dan mobil. Lantai tiga sampai delapan, untuk ruang kerja anggota dewan, ruang pertemuan komisi dan musala.

Pihaknya juga akan memasukkan usulan Ganjar tentang taman agar terlihat rapi. Sehingga harus perlu desain ulang.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur sependapat. Karena kebutuhan ini sesuai undang-undang, tan keno ora (mau tidak mau) harus dicukupi. 2019 ini sudah kita susun DED-nya (Detail Engineering Design) dan mulai dibangun pada 2020, tetapi perlu desain ulang. Karena ada tambahan taman agar terlihat rapi setelah parkir menjadi satu,” tandasnya.

Sekretaris DPRD Jateng Ign Indra Surya menambahkan, soal administrasi, misalnya perizinan, ketinggian bangunan, sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait. Berkas administrasi dan anggaran untuk pembangunan juga sudah disiapkan.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.