MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

20 Warga Brebes Jadi Korban Penipuan Kerja di Sorong, Ganjar Pastikan Mereka Pulang

0 889

MuriaNewsCom, Brebes – Sebanyak 20 warga Desa Pamulihan, Kecamata Larangan, Brebes, menjadi korban penipuan kerja di Sorong, Papua. Mereka sempat terlantar karena ditinggal kabur sang mandor tanpa diberi gaji.

Para pekerja itu dijanjikan proyek pengerjaan kabel Telkom di Sorong selama dua bulan dengan gaji besar. Mereka juga diming-imingi uang saku sebesar Rp 1 juta.

Namun menurut salah satu istri pekerja itu, Nurillah (30), janji mandor itu semua bohong. Bahkan selama berhari-hari suaminya dan pekerja lainnya tidak diberi makan. Padahal mereka sudah berangkat ke Sorong sejak Desember 2018 lalu.

“Rencanya kerja selama dua bulan. Belum nyampai dua bulan, uang makan telat, berhari-hari ndak makan. Mandornya kabur. Kami susah menghubunginya, berhari-hari rasanya khawatir,” katanya sat ditemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ke 20 pekerja itu adalah Wiryo, Damad, Suka, Darwanto, Karwano, Dirman, Karnawi, Supendi, Rusjito, Suhari,Toto Kartono, Tardi, Handoko, Dakirim, Tarno, Wahai, Waryono, Hariri, dan Kuswanto.

Para istri dari 20 warga Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes akhirnya bernapas lega setelah mendapat kepastian kepulangan suaminya dari Sorong, Papua. Dijanjikan bekerja di proyek pemasangan kabel, 20 orang tersebut justru ditinggal kabur oleh mandor tanpa gaji sepersen pun.

Ganjar memastikan, para pekerja itu akan dipulangkan dan Jumat (18/1/2019) besok sudah sampai di Brebes. Ganjar juga sempat menelepon salah satu pekerja untuk menanyakan kondisi serta perkembangan rekan-rekannya.

“Kita cek tadi mereka sudah sampai di Balikpapan. Dua orang sakit, masuk angin. Sudah diobati. Kita tunggu saja, insyaallah Jumat pagi tiba di Brebes,” ujarnya.

Kejadian seperti ini, kata Ganjar sering dilaporkan pada jajarannya. Menurutnya negara memang harus hadir ketika rakyatnya tertimpa kejadian seperti itu.

“Kita bantu sebisanya. Alhamdulillah Kemensos membantu pemulangan mereka dari Sorong ke Surabaya. Dari Surabaya ke Brebes kita bantu. Mudah-mudahan mereka sampai dengan selamat,” katanya.

Ia juga memerintahkan dinas terkait untuk menelusuri kasus tersebut, dan menggandeng kepolisian untuk membongkar. Karena hal ini bukan hanya menyengsarakan masyarakat, namun juga bisa masuk ke ranah pidana.

“Biar nanti dari kepolisian dan dinas biar mengejar siapa sebenarnya yang mengerahkan pekerja ini. Agar jadi pelajaran semuanya. Jangan asal. Kasihan masyarakat, tidak mengerti di sana jauh sekali,” pungkasnya.(lhr)

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.