MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Telan Rp 20 T Lebih, Tol Solo-Kulonprogo Dipastikan Tak Korbankan Cagar Budaya

0 14.116

MuriaNewsCom, Semarang – Proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya-News Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, bakal dimulai pertengahan tahun 2019 ini. Pelaksana proyek memastikan, pembangunan tak akan merusak bagunan cagar budaya baik yang ada di Yogyakarta maupun di Jateng.

Direktur PT Adhi Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana memastikan, jalur tol sepanjang 92 km itu lebih banyak melintasi area terbuka dan tak padat penduduk.

Menurut dia, pembangunan jalan to itu juga menyesuaikan dengan pesan Gubernur DIT Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang menginginkan cagar budaya tak tersentuh proyek itu.

Kami pastikan pembangunan tol ini jauh dari situs-situs bangunan bersejarah. Kami setuju situs-situs peninggalan zaman dahulu itu harus dilestarikan. Prinsip kami, pembangunan memang tidak boleh merusak lingkungan,” katanya saat audiensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ia menyatakan, dari panjang tol sepanjang 92 km, sebanyak 42 km bakal melewati wilayah Jawa Tengah, dan sisanya berada di wilayah Provinsi DIY.

Tol tersebut lanjut Partha akan dimulai dari Kartosuro melewati Klaten, Yogyakarta dan berakhir di NYIA Kulonprogo. Total investasi dalam pembangunan tol itu mencapai Rp 20 triliun.

“Dana Rp 20 triliun itu belum termasuk pembebasan lahan. Dan rencana pembangunan selama dua tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberikan sejumlah catatan untuk kontraktor. Salah satu catatanya, yakni mengenai keberadaan situs bersejarah dan aspek sosial sosial masyarakat.

Terlebih, pembangunan jalan tol biasanya juga diiringi dengan protes dari masyarakat, karena akses jalan atau saluran air yang diputus.

“Termasuk persoalan sosial, sebab di Brebes itu ada satu rumah yang terpisah dari kampung akibat terbelah jalan tol. Kejadian-kejadian semacam itu semoga tidak terjadi lagi nantinya,” terangnya.

Ganjar senang mendengar keterangan, bahwa ternyata dari keterangan pihak Konsorsium, hal semacam itu sudah diantisipasi.

Baca : Proyek Tol Semarang-Demak Tinggal Tunggu Lelang

Selain itu, Ganjar juga berpesan agar pembangunan tol benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Masyarakat harus dilibatkan dengan memberikan kesempatan mereka untuk memiliki, bisa dengan memiliki dalam arti kepemilikan saham atau minimal mereka bisa berpartisipasi.

“Contohnya, rest area diserahkan pengelolaannya kepada pemda. Sehingga bisa dipakai untuk menampung UMKM masyarakat dan menjual produk mereka. Atau ada kemungkinan cara kepemilikan lain, misalnya kalau di Migas itu ada kepemilikan saham 10 persen kepada masyarakat. Silahkan nanti terserah seperti apa mekanismenya, namun saya berpesan bahwa masyarakat harus dapat menikmati dan merasa memiliki jalan tol ini,” tegasnya.

Pihaknya lanjut Ganjar juga akan segera melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Kulonprogo ini. Sosialisasi itu penting agar masyarakat dapat tahu lebih awal rencana pembangunan tersebut.

“Nanti tol Solo-Yogya-Kulonprogo ini juga akan nyambung sampai Cilacap. Ini upaya kami untuk mengembangkan daerah Selatan Jawa Tengah. Jadi siapa bilang daerah Selatan tidak diperhatikan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.