MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelindo Ditantang Bikin Program Revolusioner di Pelabuhan Jateng

0 248

MuriaNewsCom, Semarang – PT Pelindo III ditantang untuk membuat program revolusioner di pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di Jawa Tengah. Tantangan itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat bertemu Direktur Pelindo III Regional Jateng, Arif Prabowo, Selasa (15/1/2019).

Ganjar menginginkan, ketika orang masuk ke pelabuhan harus senang dan bahagia. Sehingga Pelindo harus mempunyai proyek revolusioner, untuk memujudkan hal itu.

“Setelah bandara, tol dan kereta sekarang yang ditunggu adalah laut. Semuanya sudah bagus diperbaiki, sekarang tinggal di laut, Pelindo mau melakukan hal revolusioner apa di Jawa Tengah,” kata Ganjar.

Ganjar mengungkit tentang Pelabihan Tanjung Emas. Menurut dia, pelabuhan itu saat ini sudah terlalu kecil. Ia pun bertanya, apakah memungkinkan jika pelabuhan itu diperlebar.

“Tanjung Emas itu kekecilan. Kalau dibesarkan bagaimana, harus dengan teknologi apa yang bisa dipakai?,” tanyanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, Pelindo harus revolusioner untuk membuat program-program yang berkaitan dengan perhubungan laut di provinsi ini.

”Mau melakukan apa di Semarang dan Tegal atau di manapun? Kalau tidak revolusioner gak usah. Mimpi saya, kalau orang ke pelabuhan seneng dan bahagia, kayak orang tiba di bandara mau naik pesawat. Optimalkan itu,” katanya.

Sementara itum Arif Prabowo menyebut, jika saat ini pihaknya masih fokus pengembangan untuk kawasan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Intan Tegal.

Begitu juga proyek reaktiovtasi rel Bandarharjo-Tawang yang menhubungkan antara stasiun kereta api dengan pelabhan sudah memasuki tahap penyelesaian.

“Maret reaktivasi selesai. Kalau itu terhubung, akan terhubung ke selatan dan barat Jawa. Bahkan Grobogan sudah minta dan akan melakukan ekspor atau antarpulau lewat kereta api,” ujarnya.

Namun untuk pengembangan lanjutan Pelabuhan Tanjung Emas dia mengaku menemui banyak kendala. Selain penurunan tanah yang mencapai 35 cm pertahun, juga masih terdapat lahan-lahan sengketa.

Padahal status Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar di Jateng. Arif berharap segera ada alternatif untuk persoalan itu.

“Perlu alternatif pelabuhan, Sluke Rembang atau Jepara jadi pilihan tepat karena kontur bawah lautnya berupa koral. Tapi masih perlu koordinasi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.