Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Grobogan Ini Ngaku TNI Buat Kibuli Janda dan Bawa Kabur Motornya

MuriaNewsCom, Klaten – Pemuda bernama Budi Permadi (24) warga Kabupaten Grobogan, menipu seorang janda dari Klaten dengan mengaku sebagai anggota TNI. Pemuda ini mengaku sebagai prajurit, agar bisa memacari janda tersebut.

Namun ternyata, tujuannya bukan hanya sekadar memacari saja. Namun mengincar harta bendanya. Pemuda pengangguran itu, membawa kabur motor milik kekasihnya dan ia pun menghilang.

Namun kini, pemuda itu harus menjalani harinya di balik sel penjara, setelah dibekuk tim Reskrim Polres Klaten.

Peristiwa itu bermula saat, Budi berkenalan dengan seorang janda beranak satu berinisial FW, warga Kecamatan Gantiwarno, melalui media sosial satu bulan lalu.

Melalui perkenalannya itu, keduanya bertukar nomor telepon hingga akhirnya menjalin hubungan asmara. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 15 Desember 2018.

“Pelaku bertemu dengan korban di Klaten, mereka semacam orang pacaran. Nah pada saat itu korban meyakini kalau pelaku adalah anggota TNI, dan pelaku juga mengakui seperti itu,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman.

Sepanjang kisah asmara keduanya, mereka sudah bertemu kurang lebih sebanyak lima kali. Pada pertemuan terkahir tepatnya pada 31 Desember 2018 siang, Budi kembali datang ke Klaten untuk meminjam sepeda motor Honda Vario milik FW.

“Karena mengaku sebagai TNI maka korban langsung percaya. Namun saat ditunggu hingga keesokan harinya sepeda motor tidak dikembalikan. Akhirnya korban melapor ke Polres Klaten dengan laporan sebagai korban penipuan,” ujarnya.

Mendapati laporan tersebut, tim Resmob Satreskrim Polres Klaten lantas menelusuri keberadaan Budi. Dari informasi yang diterima, Budi berada Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Tim Resmob lantas bergerak dan berkoordinasi dengan polres setempat Denpom TNI, untuk mencari tahu keberadaan sekaligus identitas Budi.

“Kami koordinasi dengan Resmob Polres Ngawi untuk melakukan penangkapan. Dan dibantu oleh polisi di sana juga berkoordinasi dengan Den Pom, karena pelaku ini mengaku sebagai TNI. Maka kita bersama-sama kerjasama untuk menangkap pelaku,” jelasnya.

Tak butuh waktu lama, Budi akhirnya berhasil ditangkap di salah satu hotel yang ada di Ngawi. Dari penangkapan itu baru diketahui jika Budi ternyata hanya TNI gadungan.

Pekerjaan aslinya adalah buruh serabutan. Budi kemudian dibawa ke Polres Klaten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pengakuan sementara, sepeda motor milik FW ternyata sudah dijual seseorang di Kabupaten Grobogan. Sepeda motor itu dijual dengan harga Rp 5,5 juta. Uangnya digunakan untuk membeli HP Iphone 8.

“Pelaku kita tangkap beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor vario (milik korban), satu ponsel dari hasil penjualan, satu celana doreng milik TNI, dan satu tas taknis TNI. Motor korban sudah kita amankan,” jelasnya.

Kini Budi harus menjalani proses hukum. Ia dijerat dikenai pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penipuan serta penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

”Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu apakah ada korban lainnya atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...