Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Didor! Rampok Rumah Pengusaha Walet di Pati Ternyata Kelompok Aceh

MuriaNewsCom, Pati – Pelaku perampokan dengan pemberatan di rumah milik Herie Moeljono Wiknjo Pranoto warga Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan RT 22 RW 03 Kecamatan Pati, yang merupakan pengusaha burung walet, berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Pati. Setidaknya ada enam pelaku yang lima di antaranya adalah warga kepulauan Aceh Nangroe Darussalam yang dikenal dengan kelompok Aceh.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, tiga di antara enam pelaku berhasil diamankan di Diskotik Puja Sera Jakarta Barat, Senin (14/1/2019). Saat itu, mereka sedang berpesta pora. Sementara tiga yang lainnya ditangkap di lokasi yang berbeda.

“Keenam pelaku adalah berinisial SB, KS, SL, RS, Lormen dan IS. Keenamnya saat ini sudah kami amankan di Mapolres dan kami mintai keterangan lebih lanjut,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (15/1/2019).

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menunjukkan barang bukti saat jumpa pers di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Ia menjelaskan, pada saat penangkapan di diskotik tersebut, sebagian pelaku ada yang mabuk dan mencoba melakukan perlawanan. Karena itu, polisi kemudian melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku sebelum membawanya ke Pati.

“Mereka berpesta dengan menggunakan uang hasil rampokannya tersebut. Bahkan, para pelaku juga sudah membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Tetapi sehari sebelum pulang, mereka sudah kami tangkap,” tegas Kapolres.

Baca Juga: 

Selain itu, sebelum mereka melancarkan aksi di Pati, ternyata pada 7 Januari 2019 juga sudah melakukan perampokan di Bojonegoro. Tetapi karena dirasa kurang, mereka kemudian melancarkan aksinya di Pati pada 9 Januari 2019.

“Sebelum mereka melakukan aksi, ternyata mereka menyewa sebuah rumah di Sragen untuk mengidentifikasi rumah yang akan menjadi sasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku mengaku sudah membagikan sebagian harta hasil rampokan tersebut. Bahkan diakuinya, masing-masing pelaku sudah mendapatkan uang Rp 70 juta.

“Sisanya belum kami bagikan,” ungkapnya singkat.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...