MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Cabai Anjlok, Ganjar : Tengkulak Tertawa, Petani Tak Tahu Harga Pasaran

0 5.491

MuriaNewsCom, Semarang – Anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga menyentuh level Rp 6 ribu/kilogram tak lepas dari ulah tengkulak. Terlebih menurut Ganjar, ia menemukan fakta jika di pasaran harga cabai hanya turun sedikit.

“Sebenarnya harganya tidak turun amat. Tapi karena tengkulaknya kebanyakan, jadi harganya anjlok. Saya kemarin sudah cek di Ungaran, harga cabai keriting di pasaran Rp 20.000, pedagang membelinya Rp15.000,” kata Ganjar di sela-sela memborong 10 ton cabai dari petani, di halaman Pemprov Jateng, Senin (14/1/2019).

Namun sayangnya menurut dia, para tengkulak membeli cabai dari petani dengan harga yang sangat murah. Yakni di kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.

”Ini kan yang tertawa para tengkulak itu, sementara petani terus merugi,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut jika terdapat ironi yang cukup menggelitik. Yakni banyak petani yang tidak tahu harga cabai di pasaran, sehingga mereka manut saja ketika tengkulak membeli dengan harga tak wajar.

Oleh karenanya, ia berkeinginan ke depan para kelompok tani diwajibkan memasang aplikasi Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi), sehingga petani tak bisa dibohongi tengkulak.

”Sehingga petani itu bisa tahu harga. Kalau harga cabai misalnya di pasaran Rp 20 ribu, sementara tengkulak membeli Rp 7 ribu, ya jangan mau,” ujarnya.

Ganjar juga menyebut sudah melakukan pengecekan di lapangan terkait anjloknya harga cabai yang dikeluhkan petani. Ternyata, tim menemukan bahwa luasan tanam petani cabai semakin banyak, sehingga terjadi over suplay.

“Hal itu otomatis membuat harga tidak bagus. Selain luasan tanam yang lebar, aksi para tengkulak ini yang membuat harga anjlok dan petani merugi,” katanya.

Baca : Harga Cabai Anjlok, Ganjar dan ASN Borong 10 Ton Cabai dari Petani

Dalam kesempatan itu, Ganjar mendatangkan 10 ton cabai dari petani asal Demak, Purbalingga dan Kabupaten Semarang.

Cabai-cabai ini kemudian diborong, dan Ganjar juga memerintahkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli cabai langsung dari petani. Cabai itu dibeli dengan harga Rp 18 ribu/kilogram. Dengan nilai transaksi Rp 200 juta lebih.

Gerakan mewajibkan ASN membeli cabai ini disambut sumringah para petani. Mereka mengaku bersyukur, karena bisa menjual cabai dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan tengkulak.

“Soalnya cabai dari petani selama ini hanya dihargai Rp 7.000 hingga Rp9.000 oleh tengkulak. Dengan adanya program ini, para tengkulak banyak yang berteriak dan terjadi perubahan harga,” kata Rohmat Budiono, petani cabai asal Purbalingga. (lhr)

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.