MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Pengganti SKTM di Jateng Biar Siswa Miskin Bisa Sekolah Gratis

0 602

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak akan lagi menjadi salah satu syarat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Syarat itu dihapuskan, karena banyak penyelewengan dan pemalsuan.

Meski demikian, Ganjar memastikan, kesempatan siswa miskin untuk mendapatkan pendidikan secara gratis tidak hilang. Setiap satuan pendidikan (sekolah) tetap menyediakan kuota untuk siswa miskin. Minimal 20 persen.

“Meski SKTM dihapus, siswa miskin tidak usah khawatir. Siswa miskin kami pastikan tetap bisa sekolah dan dibiayai oleh negara. Minimal 20 persen (di tiap satuan pendidikan) dari aturan Permendikbud. Itu minimal, jadi masih bisa lebih dari itu,” kata Ganjar, Selasa (8/1/2019).

Namun, lanjut dia, siswa miskin tidak bisa lagi memilih sekolah sesuai keinginannya. Sebab saat ini, proses penerimaan hanya berdasarkan jalur nilai dan prestasi akademik. Bukan lagi jalur miskin.

“Kami jamin siswa miskin tetap bisa sekolah. Namun mohon maaf Anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan. Silakan sekolah sesuai tempat, sesuai nilai dan prestasi akademikmu. Nanti negara akan memberikan biaya,” ujarnya.

Ganjar menyebutkan, Pemprov Jateng selama ini telah memberikan bantuan untuk siswa miskin. Mulai dari Rp 700 ribu per anak menjadi Rp 1 juta per anak.

“Jumlah itu akan terus kami tingkatkan. Jadi, penghapusan SKTM ini jangan membuat orang tua siswa yang benar-benar miskin menjadi resah. Kami akan tetap menjamin anak miskin bisa sekolah di Jawa Tengah,” paparnya.

Baca : Banyak Penyelewengan, Pemprov Hapus SKTM di PPDB

Saat ini menurut dia, Pemprov Jateng tengah menggodok peraturan gubernur (pergub) tentang PPDB. Yang di dalamnya, mengatur tentang keberadaan siswa miskin dan penghapusan SKTM.

Sembari menunggu pergub terbit, pihaknya juga tengah menyosialisasikan kepada wali murid, kepala desa, Dinas Sosial, kepolisian serta masyarakat luas mengenai tak berlakunya lagi SKTM.

Seperti diketahui, pada PPDB 2018 lalu terjadi geger karena penyalahgunaan SKTM di Jateng. Banyak beredar SKTM palsu, agar siswa bisa diterima di sekolah-sekolah negeri yang dianggap favorit.

Dari hasil pendataan Dinas Pendidikan Jateng, ditemukan ada 78.000 lebih orang tua siswa yang memalsukan SKTM demi meloloskan anaknya masuk ke sekolah-sekolah yang diinginkan.

”Adanya SKTM membuat dunia pendidikan tercoreng dengan tindakan-tindakan demoralisasi para orang tua calon siswa. Di mana yang kaya mengaku miskin hanya demi bisa menyekolahkan anaknya di sekolah favorit,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.