Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mantan Manajer Persibara Pelapor Mafia Bola Tolak Panggilan PSSI

0 384

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani memastikan tidak akan menghadiri panggilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Jumat (28/12/2018) hari ini. Pemanggilan untuk sidang komite disiplin itu dinilai tak ada relevansinya.

Pemanggilan ini juga disebut-sebut imbas dari pernyataan Lasmi tentang mafia bola dalam program Mata Najwa beberapa waktu lalu. Selain itu, juga imbas dari ditangkapnya Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Ling Eng oleh Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk kapolri.

Kepastian tidak akan hadir ini dinyatakan oleh kuasa hukum Lasmi Indriyani, Boyamin Saiman. Ia menyatakan, dengan tegas pihaknya menolak panggilan tersebut.

Alasannya, Lasmi sebagai pelapor kasus mafia bola ini telah menyerahkan perkara dugaan pengaturan skor (match mixing) telah ditangani Satgas Anti Mafia Hukum Polri.

”Kami tidak hadir. Karena menurut kami, relevansinya apa dan kebetulan ini (dugaan pengaturan skor) sudah kami serahkan sepenuhnya ke satgas yang dibentuk Kapolri,” katanya.

Dengan demikian jika pihaknya memenuhi panggilan PSSI, kata dia, justru akan tumpang tindih karena semua permasalahan tersebut sudah diserahkan ke penegak hukum dari Polri.

”Kami menghormati dan mempercayakan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum serta tidak ingin terjadi campur aduk tumpang tindih oleh berbagai lembaga dan kepentingan lain,” ujarnya.

Baca juga : 

Lebih lanjut, dia menilai surat panggilan tersebut kurang layak. Karena hanya ditandatangani Sekjen PSSI Ratu Tisha, tanpa adanya tanda tangan Ketua Umum PSSI atau tembusan sebagai laporan kepada Ketum PSSI.

“Sepengetahuan kami, Ratu Tisha tidak menghadiri panggilan dari Bareskrim Mabes Polri. Sehingga perkenankan kami mencontoh atas tindakan tersebut, yaitu kami juga tidak bersedia hadir atas panggilan PSSI tersebut,” terangnya.

Selain itu, kata dia, Lasmi Indriyani bukan pengurus atau organ apapun di PSSI meskipun sebelumnya pernah menjadi Manajer Persibara Banjarnegara.

Kliennya bukan Manajer Persibara Banjarnegara lagi karena seluruh kegiatan sudah selesai sehingga Lasmi Indriyani menganggap dirinya sudah menjadi mantan manajer.

”Karena sudah mantan manajer maka merasa tidak punya kewajiban untuk tunduk dengan PSSI,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.