Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ketua PSSI Jateng Dibekuk Polisi, Ganjar : Sikat Mafia Bola

0 853

MuriaNewsCom, Semarnag – Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng ditangkap Satgas Anti Mafia Bola, Kamis (27/12/2018) terkait dugaan pengaturan skor di Liga 3. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan mendukung langkah Satgas Anti Mafia Bola tersebut.

Meskipun menurut Ganjar, hal ini merupakan pukulan telak bagi Jawa Tengah. Meski begitu hal tersebut harus diterima sebagai cambuk untuk evaluasi dan menata kembali olahraga di Provinsi ini.

“Memang ini telak, ndak enak rasanya. Namun bagi saya ini akan bisa menjadi obat untuk menyehatkan olaraga di Indonesia,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Kamis (27/12/2018).

Bahkan Ganjar mendukung penuh upaya Satgas Anti Mafia Bola untuk menumpas habis pelaku-pelaku yang mengontrol permaian bola.

Menurut Ganjar, tangan-tangan kotor yang bermain di dunia olahraga harus disikat. “Sudah sikat saja, cari jejaringnya agar olahraga kita menjadi lebih baik,” kata dia.

Selama ini lanjut Ganjar, kasus mafia bola sudah menjadi rahasia umum. Namun ia mengibaratkan seperti orang buang angin. Di mana baunya tercium ke mana-mana, namun tidak ada yang bisa membuktikan.

Dengan penyidikan dari kepolisian ini, bagi Ganjar ini merupakan awal kebangkitan olahraga tanah air.

“Kepolisian jago karena bisa mengungkap kasus ini. Sebenarnya kasus ini sudah lama dan dulu sudah terjadi. Ingat kan soal sepakbola gajah dulu. Sempat ada pemain salah satu klub yang terlibat ingin ngaku ke saya, sudah saya tunggu dan ingin saya ledakkan agar menjadi baik, namun dia takut dan tidak jadi datang,” terangnya.

Baca : Ketua PSSI Jateng Ditangkap Terkait Dugaan Mafia Bola

Padahal lanjut Ganjar, dirinya berharap betul pemain salah satu klub sepakbola itu datang dan blak-blakan di depannya.

“Saya berharap betul mereka ngaku di depan saya, ia pak saya dibeli, saya diminta untuk ini, main sebegini saja. Tapi ternyata dia takut dan tidak jadi datang,” tambahnya.

Pengungkapan kasus mafia bola ini lanjut Ganjar merupakan momentum untuk memperbaiki dunia pesepakbolaan Tanah Air. Menurutnya, praktik-praktik kotor, tidak jujur, tidak fair dapat mengancam masa depan olahraga di Indonesia.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, praktik kotor seperti mafia bola membuat olahraga menjadi tidak fair. Padahal tidak menutup kemungkinan, masih banyak anak-anak muda yang memiliki potensi dan skill bagus di bidang olahraga di Indonesia ini.

“Dan akibat adanya praktik kotor orang-orang yang tidak bertanggungjawab, maka potensi dan skill itu justru terdistorsi dan diabaikan,” ucapnya.

Ia berharap, nantinya jika kasus ini sudah sampai di pengadilan, maka bisa dibongkar sampai tuntas siapa saja yang terlibat dalam mafia bola.

Menurut Ganjar, sudah banyak anggaran yang dikeluarkan Pemprov Jateng untuk olahraga di Jawa Tengah ini. Mulai infrastruktur, pembinaan atlet dan lain sebagainya.

“Terbukti kemarin saat Asian Games, banyak atlet asal Jateng yang berjaya. Mereka ini butuh diperhatikan, potensi mereka harus terus didorong dan jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Tangan-tangan kotor seperti ini harus segera disingkirkan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.