Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wow! Dana Desa di Pati Dapat Tambahan Rp 51 Miliar

MuriaNewsCom, Pati – Dana Desa (DD) Kabupaten Pati untuk tahun anggaran 2019, naik 13 persen atau tambah Rp 51 miliar. Kenaikan tersebut tertinggi nomor dua setelah Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati Muhtar mengatakan, total DD sendiri untuk Pati ada sebanyak Rp 417. 380. 558.000. Penambahan DD itu mengingat jumlah masyarakat miskin dan luas wilayah.

“Untuk alokasinya, semuanya sudah diatur oleh kementerian. Artinya alokasi dan data iru semua sudah diatur oleh pemwrintah pusat. Jadi, masing-masing ada posnya sendiri. Tetapi untuk tahun 2018 ini, penggunaan DD masih banyak di infrastruktur,” ungkapnya usai memberikan workshop penghitungan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, penambahan DD tersebut memang berdasarkan penelitian yanh dilakukan oleh pemerintah pusat. Unsur penilaiannya adalah geografis dan tingkat kemiskinan di masing-masing desa.

“Imbasnya, desa dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang banyak, tentunya akan mendapatkan DD lebih banyak,” imbuhnya.

Di Pati sendiri, ada dua desa yang mendapatkan DD paling banyak, yakni Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo dan Desa Klakah Kasihan, Kecamatan Gembong. Keduanya mendapatkan 2 Miliar lebih.

Menurutnya, jumlah penduduk di dua desa tersebut adalah yang terbanyak di Kabupaten Pati. Bahkan untuk luas wilaahnya lebih dari 17 reibu hektar, sehingga mendapatkan perhatian khusus.

“Dalam pembagiannya itu memang ada beberapa faktor, terutama adalah proporsi. Jadi, desa dengan tingkat kemiakinan tinggi, luas wilayahnya banyak dan jumlah penduduknya banyak, tentu akan mendapatkan DD lebih banyak,” terangnya.

Untuk pengelolaannya sendiri, sampai saat ini dari Kementerian masih menerapkan prinsip swakelola dengan pendekatan padat karya tunai. Hal itu untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

“Di Pati sendiri saat ini sudah tidak ada desa dengan kategori sangat tertinggal. Ini bukti bahwa penyerapan DD selama ini terbukti dapat menuju perkembangan. Kami harap, dengan penambahan DD ini, masing-masin desa bisa mengalokasikan dengan baik,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...