Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BPP Gembong Pati Kembangkan Pupuk Cair Berbahan Organik

MuriaNewsCom, Pati – Upaya pengembangan pupuk pertanian terus digalakkan oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gembong. Tentunya, perioritas adalah pupuk yang berbahan baku limbah dan ramah lingkungan.

Seperti halnya pembuatan Pupuk Vegetatif Organik (Puveor) yang dapat mempercepat masa pertumbuhan tanaman, juga berbahan dasar dari lingkungan sekitar. Bahkan ada juga sampah organik yang dimasukkan di dalamnya.

Koordinator BPP gembong Sri Ratnawati mengatakan, untuk pembuatan puveor itu, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana. Ada rumpu arolla, daun insulin, bonggol pisang, bawang merah, kulit nanas, serabut kelapa kering, molase dan air kelapa.

“Bahan yang sudah terkumpul kemudian dilumatkan hingga halus, kecuali sepet (serabut) kelapa. Untuk sepet kelapa, terlebih dahulu harus direndam selama kurang lebih satu jam untuk hasil yang maksimal,” ungkapnya, Rabu (26/12/2018).

Apabila bahan semua sudah dihaluskan, tahapan selanjutnya kemudian menyiapkan blung untuk tempat vermentasi. Selanjutnya, air kelapa yang sudah disiapkan, dimasukkan ke dalam blung tersebut. Jangan lupa, bahan-bahan yang sudah dilumat juga dimasukkan kedalam blung, termasuk sepet kelapa yang sudah direndam.

Petugas sedang memasukkan Puveor ke dalam botol kemasan. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Setelah itu, aduk semua rendaman yang ada di dalam blung hingga tercampur rata. Jangan lupa, masukkan pula tetes tebu atau molase dan EM4 atau MOL kedalam blung dan diaduk kembali hingga rata.

“Selanjutnya blung ditutup dengan penutup yang sudah ada selang penghubung ke botol mineral bekas. Selanjutnya divermentasi hingga dua minggu dengan catatan, setiap tiga hari tutup dibuka dan diaduk hingga rata,” jelasnya.

Ketika sudah memasuki dua minggu, pupuk siap untuk digunakan. Akan tetapi, hasilnya akan lebih maksimal apabila disaring terlebih dahulu.

“Cairan yang sudah siap pakai, kami masukkan ke dalam botol kemasan untuk nantinya digunakan. Saat ini kami juga masih uji coba untuk penggunaan Puveor ini,” imbuhnya.

Untuk memastikan hasil, pihaknya saat ini tengah melakukan uji coba gehadap tanaman padi, yakni di Desa Plukaran, Ketanggan, Gembong dan Klakah Kasihan. Sampai saat ini, hasil tanaman padi yang dipupuk menggunakan Puveor hasilnya sudah maksimal.

“Kami terus melakukan pemantauan untuk Puveor ini. Setiap minggu kami terus melakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan tanaman yang dipupuk menggunakan Puveor tersebut,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...