Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Asyik! Tahun Depan, Pentas Wayang Kulit Jumat Kliwon di Pendapa Grobogan Berlanjut

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak meminta agar pagelaran atau pentas wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon di pendapa kabupaten Grobogan terus dilestarikan. Sebab, ajang kesenian tradisional itu masih digemari banyak orang. Indikasinya, dalam setiap pentas masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

“Hampir setiap malam Jumat Kliwon saya selalu nonton wayang kulit di pendapa sini, kecuali bulan puasa. Malam ini, adalah pentas terakhir untuk tahun 2018. Saya berharap pagelaran wayang ini tetap dilestarikan karena masih banyak penggemarnya,” ujar Sukirman, penggemar wayang kulit dari Kecamatan Wirosari saat nonton pentas wayang di pendapa, Jumat (21/12/2018) dinihari.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, untuk tahun 2019 nanti, pagelaran wayang rutin tiap Jumat Kliwon dipastikan tetap dilangsungkan. Sebab, sudah ada alokasi dana dari APBD.

“Kita rencanakan, pada tahun 2019 nanti ada sekitar 10 kali pagelaran wayang Jumat Kliwon. Khusus malam Jumat Kliwon yang jatuh pada bulan Ramadan, pagelaran wayangnya ditiadakan. Pada bulan lainnya, ada terus,” katanya.

Menurutnya, pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon itu sudah menjadi agenda rutin selama beberapa tahun terakhir. Sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi.

“Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Sebab, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri.

“Jumlah dalang lokal tercatat masih ada sekitar 50 orang. Tiap pagelaran, dalang yang tampil ada dua orang. Jadi, mainnya bergantian. Hal ini salah satu tujuannya supaya para dalang bisa dapat kesempatan tampil,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...