Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Belasan Ribu Data Warga Pati Terancam Dinonaktifkan

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 12.607 data warga Kabupaten Pati yang belum melakukan rekaman sampai akhir Desember ini, bakal dinonaktifkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Hal itu untuk menghindari data ganda apabila yang bersangkutan melakukan perekaman di daerah lain.

 

Kepala Disdukcapil Pati Rubiyono mengaku, jumlah penduduk di Pati ada 1.299.409. Sementara itu penduduk yang wajib rekam e-KTP ada 984.963. Dari data itu yang sudah rekam e-KTP ada 972.356 warga. Sehinga masih ada 12.607 warga yang belum melakukan rekaman.

 

“Warga Pati yang belum rekam e-KTP ada 3,6 persen. Kami mendorong warga untuk rekam e-KTP terlebih dahulu. Meskipun nantinya hanya diberikan surat keterangan karena blanko e-KTP dikirim bertahap dari pusat. Saat ini warga yang sudah rekam dan masih membawa surat keterangan ada 23.595 warga,” jelasnya, Rabu (19/12/2018).

 

Ia mengaku, dari data warga yang belum rekam e-KTP itu memang terbukti belum ada data yang masuk. Namun bisa ada warga yang pindah tempat ke daerah lain tapi di daerah itu sudah rekaman dan tidak melapor ke kantor Disdukcpil. Akan tetapi untuk kekurangan warga yang belum rekam  masih diupayakan.

 

“Kami berupaya melakukan rekaman ke desa-desa, sekolah, fasilitas umum, bahkan ke Lapas Pati. Untuk kedatangan kami ke sekolah menjaring siswa yang sudah 17 tahun namun belum rekam e-KTP. Ini juga untuk mensukseskan pemilu 17 April 2019 mendatang karena usia 17 tahun sudah mempunyai hak memilih,” jelasnya.

 

Dia mengatakan, data warga yang wajib e-KTP akan terus bertambah. Untuk warga Pati  yang saat ini belum rekam ditarget sebelum 15 April 2019 sudah melakukan rekaman. Namun pihaknya akan menonaktifkan data kependudukan yang bersangkutan apabila sampai 31 Desember ini tidak melakukan rekam e-KTP di kecamatan atau kantor Disdukcapil.

 

“Data kependudukan yang bersangkutan akan dinonaktifkan sementara waktu. Mereka tak bisa mengurus administrasi yang tidak dapat menunjukkan e-KTP. Data kependudukan bisa dibuka kembali jika yang bersangkutan sudah melakukan rekam e-KTP,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...