Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Bangunan Liar di Jalan Kudus-Pati Ditertibkan BPSDA dan Satpol PP Jateng

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang jalan pantura Kudus-Pati di Desa Jekulo Kecamatan Jekulo, Selasa (18/12/2018). Ada sebanyak 59 bangunan berupa kios yang dilakukan penertiban.

Kepala Seksi Pengendalilan dan Pendayagunaan Balai Pusdataru Seluna Syam Syahida Ali Mustofa mengatakan, pihaknya bersama dengan Satpol PP provinsi Jawa Tengah melakukan penertiban bangunan liar asset BPSDA saluran logung. Penertiban itu sudah diatur dalam Pasal 77 ayat (1) perda perprov jateng nomor 9 tahun 2018.

“Ini tanak milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dilarang memanfaatkan atau mendirikan bangunan sepanjang wilayah Ini.  Ancaman pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada sebanyak 59 kios yang ditertibkan.Bangunan itu atas nama 33 pemilik. Namun ada satu bangunan yang tidak ditertibkan. Yakni bangunan milik PT KAI.

Badan Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang jalan pantura Kudus-Pati turut Desa Jekulo Kecamatan Jekulo, Selasa (18/12/2018). (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji).

“Ada satu bangunan milik PT KAI yang tidak kami tertiban. Karena itu, milik dari pemerintah. Masukannya bangunan itu nantinya untuk dibuat halte seperti semula,” katanya.

Untuk itu, dengan adanya penertiban bangunan liar itu, ia berharap dapat menata di kawasan jalan tersebut. Apalagi, kawasan tersebut merupakan jalan pantura masuk ke Kabupaten Kudus.

“Saran kami kepada pemerintah nantinya di kawasan ini biar dibuatkan kawasan hijau, Sehingga ketika akan masuk di Kota Kudus akan melihat keindahan penataan kawasan yang ada disini,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Tubuyanu mengatakan sebelumnya sudah melakukan sosialisasi pemilik bangunan. Tepatnya pada tanggal 1 Juli 2018 lalu. Lalu kemudian diberikan teguran. Hingga batas akhir pada akhir bulan Agustus lalu.

“Kami sebenarnya memberikan kesempatan kepada pemilik bangunan untuk menyelamatkan barang-barangnya. Kami berikan batas hingga akhir bulan Agustus lalu. Hingga pada hari ini kami melakukan pembongkaran terhadap puluhan bangunan tersebut,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...