Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cicipi Menu Dapur Umum Usai Apel Siaga Bencana, Begini Respons Bupati Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganAda yang berbeda dalam pelaksanaan apel siaga bencana yang digelar BPBD Grobogan di Alun-alun Purwodadi dibandingkan tahun sebelumnya, Selasa (18/12/2018). Yakni, adanya dukungan armada dapur umum milik BPBD Provinsi Jateng yang sudah tiba sehari sebelum pelaksanaan apel siaga.

Sejak malam, kru dapur umum sudah sibuk menyiapkan makanan yang akan disajikan untuk pejabat dan peserta yang hadir dalam apel siaga. Menu yang dimasak tidak istimewa.

Yakni, nasi ditambah lauk telur dadar, sambel terong, kering tempe, mie goreng, dan tumis kacang panjang. Menu inilah yang selama ini dibuat saat armada dapur umum terlibat dalam penanganan bencana.

Meski sangat sederhana, namun menu masakan ini ternyata mendapat apresiasi tersendiri dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Saat mencicipi menu pengungsi ini, Sri sempat kaget.

“Masakannya sederhana tetapi ternyata enak. Ini, sambel terongnya rasanya mak nyus. Saya mau dibungkusin sambel terongnya sedikit, ya,” katanya sambil mengacungkan jempol.

Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta perwakilan FKPD dan pejabat terkait sedang mencicipi masakan dari kru dapur umum yang disiapkan dalam apel siaga bencana, Selasa (18/12/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Acara apel siaga bencana juga dihadiri sejumlah perwakilan FKPD Grobogan. Hadir pula Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Apel siaga juga menghadirkan berbagai instansi, dan relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana.

Sri menyatakan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan atau lembah. Yakni, perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Meski demikian, Pemkab akan berupaya untuk meminimalkan terjadinya bencana alam di wilayahnya. Sejauh ini, sudah cukup banyak langkah yang diambil dalam kaitannya dengan penanganan bencana tersebut. Misalnya, pembuatan embung, reboisasi, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul.

Disamping meminta warga untuk waspada, Sri meminta kepada pihak BPBD untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Upaya monitoring kondisi lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban, baik jiwa maupun harta benda.

“Datangnya bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan agar bisa mempercepat upaya penanganan. Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya juga rutin diperlukan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...