Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren! Karang Taruna di Pati Ini Sukses Ciptakan Pupuk Ramah Lingkungan 

0 488

MuriaNewsCom, Pati – Karang Taruna memang dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam merespon isu lingkungan, terutama pertanian. Apalagi, sebagian besar warga Kabupaten Pati adalah  petani. Sehingga, perhatian terhadap pertanian amat sangat penting.

Seperti halnya karang taruna Karya Muda Desa Ronggo, Kecamatan Jakenyang berhasil menciptakan pupuk yang ramah lingkungan. Terlebih, pupuk tersebut merupakan kombinasi antara pupuk organik dan pestisida nabati.

Sudargo, inovator pupuk ramah lingkungan mengatakan, awal mula inovasi ini bermula dari rasa keprihatinanya. Karena banyak orang disekitarnya yang terjangkit penyakit dari sisa bahan kimia yang berasal dari sayuran dan  buah-buahan yang dikonsumsi.

Dari situlah, Sudargo lalu mencoba mencoba cara lain dengan cara meninggalkan pupuk dan pestisida berbahan kimia diganti dengan pupuk organik dan pestisida nabati.

Untuk membuat pupuk organik dan pestisida yang ramah lingkungan, Sudargo memanfaatka limbah alami sepeti kotoran ternak dan tumbuh-tumbuhan yang sudah membusuk.

“Dengan bahan-bahan itu kemudian diolah menjadi ramuan pupuk dan pestisida dengan komposisi yang tepat, ternyata sangat bagus sebagai alternatif penganti pupuk dan pestisida kimia,” kata Sudargo.

Mulanya ramuan pupuk organik dan pestisida nabati tersebut dibuat sendiri. Tapi setelah kades setempat mengetahui, pihaknya kemudian disuruh mengembangkan bahkan dia difasilitasi lahan untuk eksperimen.

“Setelah itu banyak petani tertarik untuk menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati buatan saya,” katanya.

Selain menemukan pupuk organik dan pestisida nabati, Sudargo juga membuat ramuan jamu herbal yang berkhasiat untuk kesehatan berbahan campuran kopi dan rempah-rempah dari alam.

Karena sudah banyak yang merasakan manfaatnya kini sudargo telah memasarkan hasil ramuanya baik pupuk dan pestisida alam atau pun jamu herbalnya yang diberi nama kopi herbal.

“Untuk pemasaranya belum dijual dipasaran umum, hanya lewat jaringan komunitas saja. Untuk pupuk organik dan pestisida nabati sudah banyak yang memanfaatkan, begitu juga untuk ramuan jamu kopi herbal juga banyak yang pesan bahkan, banyak yang order dari luar kota,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.