MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Beri Honor Guru Ponpes dan Madin, Dewan : Sarpras Juga Harus Dipikirkan

0 391

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai 2019 mengalokasikan anggaran khusus untuk memberi bantuan honor insentif kepada ustaz pondok pesantren (ponpes) madrasah diniah (madin) dan TPQ.

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari banyak pihak, termasuk dari kalangan DPRD Jateng. Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen menyebut, kebijakan itu sangat positif dan patut diapresiasi.

“Karena sudah seharusnyalah mereka mendapatkan hak-haknya berapapun itu nominalnya. Yang penting semangat untuk memperhatikan pendidikan keagamaan harus kita gelorakan,” katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, ustaz pesantren dan guru madin/ TPQ adalah pendidik sekaligus pengawal masa depan anak-anak bangsa khususnya bidang keagamaan.

“Pendidikan karakter dan nilai-nilai nasionalisme, saat ini mutlak harus menjadi prioritas dalam membangun SDM, agar generasi ke depan benar-benar menjadi generasi yang tidak hanya menguasai aspek kognitif saja. Aspek afektif, psycomotorik, juga harus mendapatkan perhatian dari negara,” terangnya.

Meski demikian menurut dia, yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas sarana prasarana (sarpras) lembaga keagamaan. Menurut dia, pemerintah harus hadir untuk membantu.

”Sebab selama ini pembangunan lembaga pendidikan agama lebih banyak dari gotong royong dari masyarakat. Pemerintah harus ikut memikirkan dan membantu,” terangnya.

Baca : Pemprov Siapkan Rp 206 Miliar untuk Honor Pengajar Ponpes dan Madin

Apalagi menurut dia, sesuai dengan Perpres Nomor 87 tentang PPK, Permendikbud 20 tentang penjabaran PPK dan UU Sisdiknas UU Nomor 20 Tahun 2003 dan PP 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Keagamaan, Negara harus memperhatikan dan menyetarakan pelayanan dasar pada segala bentuk lembaga pendidikan di negeri ini.

”Termasuk pendidikan keagamaan sepanjang benar dapat mempertanggungjawabkan konsep pengajaran dan pembelajarannya agar tetap sesuai dengan ideologi Pancasila,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen menyatakan, Pemprov Jateng menyiapkan dana sebesar Rp 206 miliar untuk bantuan ponpes, madin dan TPQ.

Salah satu tujuan pengucuran dana bantuan itu yakni untuk membantu honor pengajar di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Dana itu menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dialokasikan pada dana pendidikan APBD Jateng 2109. Manurut Taj Yasin, dana itu nantinya bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan pengajar madrasah, TPQ maupun pesantren.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.