Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Temukan 17 Ribu Orang Punya Lahan 2 Hektare Ngaku Miskin

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemukan data yang cukup mencengangkan menganai petani miskin di provinsi ini. Ditemukan ada belasan ribu pemilik lahan satu hingga dua hektare terdata dan mengaku sebagai warga miskin.

Jumlah petani yang terdata di Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah sebanyak 2,876.511 orang. Dari jumlah itu, ada 17,117 (0,95 %) petani dengan lahan 1-2 hektare masuk dalam data fakir miskin. Total lahan yang dimiliki 17,117 petani ini tercatat sebanyak 24,973,06 hektare.

Kondisi ini membuat Ganjar geram saat rapat koordinasi evaluasi Kartu Tani. Menurut dia, petani dengan lahan sampai dua hektare seharusnya tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

Namun faktanya, mereka tetap mengambil pupuk bersubsidi karena mengaku sebagai petani miskin.

“Hal seperti ini tidak benar. Ada yang lahannya lebih dari 2 hektare, ketika kita kroscek dengan data kemiskinan ternyata mereka masuk miskin, padahal mereka kan tidak miskin,” katanya.

Kondisi ini menurut dia, menunjukkan jika program Kartu Tani telah mengonfirmasi berbagai penyelewengan.

“Ini mengkonfirmasi, gara-gara Kartu Tani kita tahu banyak hal. Gara-gara ini akan jadi data pengambilan keputusan lebih presisi. Gara-gara Kartu Tani akhirnya kita bisa melihat produksi kita, sehingga nanti kebijakan kita mana yang disubsidi mana produksinya, termasuk apakah nanti import atau tidak termasuk penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.

Ganjar juga menyebut, persoalan pupuk merupakan pintu masuk kebermanfaatan Kartu Tani. Selain itu, persoalan pangan yang selama ini diperdebatkan, disebabkan karena minimnya data pertanian. Dan Jawa Tengah punya data pertanian paling lengkap dengan program Kartu Tani.

“Kita berupaya memperbaiki data, siapa petaninya, berapa lahannya dan di mana? Bung Karno mengatakan, pangan dan pertanian adalah hidup matinya bangsa. Maka ayo urus pangan kita dengan serius,” kata Ganjar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan, pihaknya akan terus turun ke lapangan untuk menjelaskan kebermanfaatan Kartu Tani.

“Kartu Tani sudah jalan dan memang ada ruang yang harus kita perbaiki bersama. Kita lakukan pendataan setiap tanggal 25 – 30 kita update data,” kata dia.

Per 11 Desember 2018, jumlah petani di Jateng tercatat sebanyak 2,876.511 orang. Dalam pendataan kartu tani ditemukan sejumlah data, di antaranya saat ini petani yang memiliki lahan dan tidak masuk dalam data fakir miskin sebanyak 1,524,368 (84,27 persen).

Petani lahan 0,25 hektare dan masuk dalam data fakir miskin sebanyak 145,118  (7,98 persen) dengan luas lahan 19,695,66 hektare. Sementara itu petani lahan 0,25 – 1 hektare dan masuk dalam data miskin mencapai 125.527 (6,94 persen) dengan lahan 63,796,01 hektare.

“Sementara data petani lahan 1 – 2 dan masuk dalam data fakir miskin sebanyak 17,117 (0,95 persen) dengan total lahan 24,973,06 ha. Terakhir, data petani miskin dan tidak punya lahan sebanyak 753,803 atau 11,81 persen,” katanya. .

Sementara Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.429.371 dan tingkat penggunaan mencapai hampir 450.000.

Yuni menjelaskan, kegunaan Kartu Tani paling inti adalah memastikan jaminan petani mendapatkan haknya sesuai dengan yang diberikan negara, yakni pupuk subsidi. Tahun ini tingkat penggunaan sebanyak 16 persen dengan 1,7 juta transaksi, dan dia yakin tahun depan akan meningkat pesat.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...