Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Suap Bupati Tasdi untuk Pemenangan Ganjar, Wakil Ketua DPR Utut Adiyanto Akui Beri Uang

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Purbalingga (nonaktif) Tasdi, diduga kuat untuk membiayai pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub Jateng 2018.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Moch.Takdir bahkan menyebut, seluruh uang gratifikasi yang diterima Tasdi berkaitan dengan kepentingan PDIP dalam memenangkan Ganjar-Yasin.

“Para saksi yang dimintai keterangan sudah menyampaikan dan tidak ada bantahan dari terdakwa,” kata JPU usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/11/2018) seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut mengenai penerimaan gratifikasi itu, kata dia, akan diperdalam lagi saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. “Akan kami gali lagi sesuai dakwaan, apa alasannya, kenapa gratifikasi ini tidak dilaporkan ke KPK,” ujarnya.

Dalam sidang, lanjut dia, juga diketahui dari kesaksian Sekretaris DPC PDIP Purbalingga yang menyatakan uang-uang yang diterima Tasdi tidak dilaporkan ke partai.

Salah satu saksi yang mengakui memberi uang ke Tasdi yakni Wakil Ketua DPR Utut Adiyanto. Dalam sidang hari ini, Utut mengakui telah memberikan uang sebesar Rp 150 juta kepada Bupati Tasdi.

Ia juga menyebut, uang itu berkaitan dengan upaya pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin pada pemilihan gubernur. Utut mengaku uang tersebut berasal dari kantong pribadinya.

”Disiapkan staf saya, disampaikan kepada ajudan terdakwa,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono itu.

Menurut dia, kader partai bergotong-royong untuk memenangkan Ganjar-Yasin dalam pilkada. Atas kesaksian mantan pecatur nasional itu tidak ada keberatan yang disampaikan terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan Tasdi didakwa menerima gratifikasi berupa sejumlah uang dari pengusaha serta bawahannya. Total gratifikasi yang diterima terdakwa sebesar Rp 1,465 miliar dan 20 ribu Dolar AS.

Gratifikasi yang diterima oleh terdakwa antara lain berasal dari sejumlah kepala dinas, asisten, serta sekda.

Selain memeriksa Utut, agenda sidang kali ini juga mengagendakan pemeriksaan 7 saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa. Sidang ditunda pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...