Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Hektare Sawah di Kayen Terendam Banjir, Petani Panen Dini Menggunakan Perahu

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 250 hektare sawah yang berada di Desa Pasuruan, Kecamatan Kayen terendam banjir. Akibatnya, petani yang memiliki sawah terpaksa harus panen dini padi yang sudah ditanamnya.

Salah seorang petani desa setempat, Masrur mengatakan, tanaman padi tersebyt sudah terendam air selama empat pekan yang lalu. Kondisi padi juga belum terlalu tua. Namun, pihaknya terpaksa melakukan panen dini untuk menyelamatkan padinya itu.

“Ini kan sudah memasuki musim hujan, kalau tidak segera di panen, nanti malah terendam semua dan tidak bisa panen,” tuturnya, Rabu (12/12/2018).

Proses panen yang dilakukan pun tidak seperti biasanya, yakni dengan menggunakan perahu kecil. Apalagi, lahan sawahnya berada di tengah, sehingga pihaknya harus menggunakan perahu menuju sawah lalu memotong padi dengan sabit dan dikumpulkan di atas perahu.

“Ketinggian air mencapai 1 meter. Kalau tidak menggunakan perahu, ya tidak bisa. Padi kami potong lalu kami taruh di atas terpal yang terapung, kemudian kami bawa ke daratan dengan menggunakan perahu,” tuturnya.

Lebih lanjut, padi yang saat ini di panen oleh warga Pasuruan, kondisinya masih hijau dan belum layak panen. Estimasinya, dalam waktu normla, seharusnya dua pekan lagi padi sudah siap panen. Akan tetapi, karena kondisinya yang tidak memungkinkan, warga terpaksa panen dini. Tentunya dengan resiko kerugian yang tidak sedikit.

“Kalau tidak segera di panen, nanti padinya malah busuk karena terendam air. Dari pada ruginya banyak, lebih baik kita panen dulu aja,” terangnya.

Dirinya memastikan, tidak menutup kemungkinan kondisi air akan semakin tinggi apabila intensitas hujan juga tinggi. Apalagi, beberapa hari terakhir kondisi cuaca sudah tidak mendukung.

“Semoga saja tidak ada banjir lagi. Karena masih ada lahan wasah warga lainnya yang belum di panen,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...