Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir Kaligawe, Ganjar : Sampah di Sungai BKT Isinya Kasur, Kulkas dan Lemari

0 952

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir besar melanda wilayah Kota Semarang akibat tanggul jebol dan hujan deras sejak beberapa hari lalu. Bahkan hingga kini jalur pantura Kaligawe dan sejumlah perkampungan di Kota Semarang masih tergenang banjir.

Bahkan selama sepekan ini, Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) telah dua kali meluap, yakni pada Senin (3/12/2018) seiring hujan deras yang mengguyur Semarang dan Sabtu (8/12/2018) lalu karena air “kiriman” dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut meluapnya beberapa sungai karena tumpukan sampah. Bahkan menurut dia, di BKT Semarang, sampah yang ada di sungai itu sampai ada kulkas hingga lemari.

“Di Sungai BKT yang lagi dibereskan pekerjaannya, saya lihat kemarin sampahnya luar biasa,” katanya.

Sampah yang menggunung di sungai tersebut sedemikian banyak sehingga menyumbat aliran air dan mengakibatkan Sungai BKT meluap dan membanjiri permukiman.

“Ada kayu gede glondongan. Lemari, kulkas, kalau kasur agak banyak, kemudian kursi ada. Jadi, seperti supermarket itu,” ujarnya.

Bahkan menurut dia, di media sosial ada salah satu komentar menggelitik ketika kondisi sampah yang menggunung di aliran Sungai BKT Semarang itu diunggahnya ke media sosialnya.

“Sampai ada orang bilang ketika saya ‘mention’ ke media sosial saya, komentarnya, ‘Pak, tinggal buat rumah, perabotnya sudah ada,” katanya.

Sampah, menurut Ganjar, merupakan problem besar yang mesti diselesaikan, apalagi sudah menjadi isu internasional seiring banyaknya ikan yang mati akibat makan sampah.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruziyatno juga menyebutkan luapan Sungai BKT terjadi akibat tumpukan sampah di Jembatan Kaligawe.

Ia membantah adanya anggapan banjir yang menggenangi wilayah Sawah Besar, Kaligawe, dan sekitarnya terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai BKT yang sedang dinormalisasi.

“Jebol itu kan dari video yang tersebar. Warga telanjur panik dan menyebut (tanggul) jebol. Padahal, jika diperhatikan betul meluapnya air dari kanan-kiri di dekat jembatan,” terangnya.

Diakui Ruhban, sampah yang sempat menutup aliran Sungai BKT di Jembatan Kaligaweitu berbagai macam, mulai kulkas, mesin cuci bekas, hingga limbah-limbah rumah tangga lainnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.