Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masyarakat di Kudus Masih Ada yang Enggan Lakukan KB, Ternyata Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Kudus – Pertugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) masih menemukan masyarakat di Kudus yang masih engan melakukan KB. Dari berbagai faktor, alasan takut efek samping dari Kb adalah yang paling tinggi yakni sebanyak 8,83 persen.

Hal itu diungkapkan, Bagus Sandi Tratama, Penyuluh KB di Kabupaten Kudus. Menurut dia, berdasarkan update pendataan keluarga yang dilaksanakan pada tahun 2018 hingga bulan Oktober. Didapatkan, salah satunya data tentang presentase jumlah pasangan usia subur (PUS) bukan peserta KB berdasarkan alasan tidak ber-KB di Kabupaten Kudus.

“Diketahui beberapa alasan diantaranya sedang hamil sebanyak 5,14 persen, kemudian alasan fertilasi atau kesehatan sebanyak 5,11 persen, lalu alasan tidak menyetujui KB sebanyak 0,90 persen, tidak tahu tentang KB 0,43 persen, pelayanan KB jauh sebanyak 0,08 persen, tidak mampu berKB karena mahal sebanyak 0,41 persen, dan yang paling tinggi tidak ber-KB karena takut efek samping sebanyak 8,83 persen,” papar dia, Senin (10/12/2018).

Ia mengatakan, ada beberapa penyebab masyarakat yang masih enggan melakukan KB. Salah satu faktornya adalah dipengaruhi oleh informasi yang menyesatkan tentang KB. Banyak beredar di media sosial dan internet dewasa ini.

“Seperti misal kalau ada yang ber-KB dengan implant konon bisa berpindah hingga organ dalam seperti jantung dan paru-paru. Bahkan misalnya lagi pemasangan IUD yang informasinya menyesatkan mengatakan dapat berkarat di organ reproduksi dan sebagainya,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya perlu untuk melakukan upaya memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Terutama pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi dan KB secara benar.

“Apabila masyarakat memang membutuhkan informasi tentang alat kontrasepsi dan KB hendaknya dapat mencari informasi kepada petugas yang berkompeten seperti petugas kesehatan atau penyuluh KB. Sebab, dengan ikut ber-KB menggunakan alat kontrasepsi meodern diharapkan dapat turut memwujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,”jelasnya.

Sementara itu, ditambahkan Bagus peserta KB baru di Kabupaten Kudus pad atahun 2018 hingga bulan Oktober ini telah berhasil mencapai 79.66 persen. Raihan itu sesuai dari target permintaan masyarakat (PPM) yang dipatok oleh BKKBN. Yakni dengan total jumlah peserta KB Baru (PB) ini adalah sebanyak 15.896 aseptor.

“Yang terdiri dari berbagai sumber metode kontrasepsi seperti IUD, implant, MOW,MOP, Suntik, Pil dan Kondom,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...