MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rektor Undip Tantang Ganjar Jadikan Jateng Provinsi Riset

0 565

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ditantang Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama, Senin (10/12/2018). Tantangannya, menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi riset.

Tantangan ini dilontarkan Prof Yos, saat Ganjar menyerahkan hibah kendaraan dari Bank Jateng. Prof Yos menantang Ganjar menjadikan Jateng sebagai provinsi riset, karena provinsi ini mempunyai banyak perguruan tinggi terkemuka di level nasional maupun internasional.

Prof Yos Jonan juga menyebut, progres riset yang dilakukan civitas akademika Undip cukup luar biasa. Untuk sisi penganggaran misalnya, melonjak berkali lipat. Bahkan dalam pemeringkatan riset, Undip menduduki peringkat pertama se Indonesia.

“Alokasi dana riset yang semula Rp 8 miliar kini melonjak jadi Rp 43 miliar. Kalau Jateng jadi pusat riset, akan sangat menguntungkan masyarakat. Kalau mengandalkan SDA cepat atau lambat akan habis. Tapi kalau kita mengembangkan riset dan teknologi provinsi ini akan lari kencang,” katanya.

Dengan alokasi anggaran tersebut, kata Yos, pihaknya memperbarui laboratorium-laboratorium penelitian. Terlebih saat ini secara nasional, Undip menduduki peringkat ke 5.

Bahkan, sambil berseloroh dia mengatakan jangan sampai ketika ilmuwan masuk ke lab harus memberi hormat terlebih dulu.

“Jangan sampai kalau kita masuk lab memberi hormat dulu karena alat-alatnya lebih tua usianya dari kita,” ujarnya.

Menjawab tantangan itu Ganjar menyebut, jika realisasi Jateng menjadi provinsi riset sudah di depan mata. Terlebih pada periode kepemimpinan keduanya ini, fokus kerjanya menggenjot sumber daya manusia.

Hal itu menurut Ganjar sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo agar perguruan tinggi melakukan hilirisasi hasil riset.

“Ide Prof Yos saya sambut. Jateng jadi provinsi riset, karena disupport perguruan tinggi besar. Nah saya langsung menyambut, beberapa hasil yang sudah ada  bisa kita implementasikan, bukan nanti tapi sudah kita lakukan,” kata Ganjar.

Undip misalnya, kata Ganjar, telah banyak membantu dan hasil risetnya sudah beberapa kali diaplikasikan. Namun Ganjar menginginkan agar penerapannya masuk pada rencana lebih besar lagi.

Program Pemprov Jateng yang menggandeng Undip misalnya pada sektor pertanian, usaha serta pemerintahan.

“Undip sudah membantu kita dalam pengembangan bawang, termasuk komoditas pertanian yang di dalamnya dulu ada ozon, itu hasil riset. Dari purifikasi air untuk penanggulangan bencana saya pernah dibantu, soal reformasi birokrasi saya sering minta pakar-pakar beliau untuk menyeleksi. Undip juga membantu merevitalisasi BUMD,” terangnya.

Yang terbaru, Ganjar mengatakan hasil riset Undip dalam bidang kedokteran, khususnya soal perawatan kecantikan. Dengan hasil itu perawatan kecantikan tidak perlu jauh-jauh ke Singapura karena telah ada di Jawa Tengah.

Maka Ganjar minta agar hasil riset soal kecantikan itu diterapkan di 6 rumah sakit daerah yang dikelola Pemprov Jateng.

“Tadi beliau cerita soal stemcell yang sekali suntik ratusan juta dan orang-orang berdatangan. Saya punya enam rumah sakit. Ini peluang untuk hasil riset dihilirisasi sekaligus peluang bisnis. Dan hari ini klinik-klinik kecantikan kan luar biasa, bukan hanya perempuan tapi laki-laki juga banyak. Di satu sisi untuk sosial, pada sisi lain bisa untuk pengembangan bisnis,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.