Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ziarah Makam Bupati Terdahulu dan Jamas Pusaka Awali Peringatan Hari Jadi Blora

MuriaNewsCom, BloraRangkaian peringatan Hari Jadi ke-269 Kabupaten Blora dimulai. Pada tahap awal, dilangsungkan acara ziarah ke makam Bupati masa lalu serta leluhur Blora. Ziarah ini menurut Bupati menjadi kegiatan pembuka dalam peringatan hari jadi yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 11 Desember nanti. Ziarah diikuti oleh Bupati Djoko Nugroho, Wakil Bupati Arief Rohman, jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan sejumlah tokoh agama.

Ziarah mulai dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Komplek Makam Tirtonatan Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. Pada pemakaman ini terdapat peristirahatan terakhir delapan Bupati Blora tempo dulu.

Selain Makam Tirtonatan, ziarah dilanjutkan ke komplek Makam Sunan Pojok yang ada di selatan Alun-alun Blora. Disini dimakamkan tokoh penyebar agama Blora, Simbah Sunan Pojok bersama anaknya yang pernah menjabat sebagai Bupati Blora semasa Kerajaan Mataram Islam.

Dari makam Sunan Pojok, rombongan beralih ke Kecamatan Cepu. Melakukan ziarah ke makam Basuki Widodo, Bupati Blora pada tahun 1999-2007. Almarhum merupakan kakak kandung Bupati Djoko Nugroho.

Prosesi jamas keris dilakukan menjelang Hari Jadi Blora. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Terimakasih kepada Pak Wakil, Forkopimda dan seluruh Kepala OPD, bersama Camat dan Kalur maupun Kades yang telah turut serta dalam kegiatan ziarah ini. Kegiatan ini sebagai wujud penghormatan kami terhadap leluhur dan para Bupati terdahulu yang telah memimpin Blora,” ucap Djoko Nugroho diakhir kegiatan ziarah.

Selain ketiga tempat tersebut, ziarah juga dilakukan rombongan lain di Makam Mr Iskandar, Bupati Blora 1945-1948 yang ada di Makam Keluarga Prawirodirjan utara Gudang Banyu, dan Makam Janjang yang ada di Desa Janjang Kecamatan Jiken.

Dua hari sebelumnya, juga telah dilaksanakan ziarah makam para Bupati terdahulu yang berada di luar kota. Seperti di Tuban, Semarang, Solo dan Temanggung.

Disamping ziarah, dilangsungkan pula ritual penjamasan benda pusaka Kabupaten Blora. Ritual itu dilakukan setiap tahun di komplek pendopo rumah dinas Bupati Blora.

“Jamasan pusaka ini sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk penghormatan benda-benda pusaka peninggalan leluhur agar tetap terawat dan terjaga keasliannya,” kata Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora Kunto Aji melalui Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Setyo Pujiono.

Setelah dijamas, pusaka tersebut dikirab mulai dari pendopo rumah dinas Bupati Blora. Semua peserta kirab mengenakan busana jawa, memakai beskap dan jarik batik serta blangkon. Selain itu juga diikuti kelompok Himpunan Penganaut Kepercayaan dan warga Samin Sikep Klopoduwur.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...