Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pentas Seni Para Penyandang Disabilitas Bikin Bupati Blora Terharu

MuriaNewsCom, Blora – Beragam pertunjukan seni dari anak-anak difabel ditampilkan dalam puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 tingkat Kabupaten Blora. Meski memiliki keterbatasan fisik, namun pentas seni para penyandang difabel yang dihelat di pendapa rumah dinas bupati ini mampu memukau penonton. Termasuk, Bupati Blora Djoko Nugroho dan sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut.

“Jujur, saya bangga dan terharu sekali melihat unjuk bakat anak-anak ini. Meskipun mereka dilahirkan tidak sempurna, namun semangat mereka untuk tumbuh dan berkembang melebihi orang normal,” kata Djoko.

Dalam kesempatan itu, Djoko juga memuji kemandirian para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Difabel Blora Mustika (DBM). Salah satu bentuk kemandirian adalah kemampuan anggota DBM dalam membuat produk batik tulis.

“Lihat batik yang saya pakai ini, kemudian batik yang digunakan Ibu Handayani (Wakil Ketua DPRD-red), semuanya adalah batik buatan Pak Kandar dan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas Difabel Blora Mustika. Tanpa mengajukan proposal bantuan kepada Bupati, mereka bisa mandiri membuka usaha yang dikerjakan bersama-sama. Nanti, akan saya hadiahi satu kios di Pasar Baru yang ada di Gabus untuk memasarkan hasil usahanya,” terang Djoko.

Menurut Djoko, saat ini pihaknya sedang mengajukan Ranperda tentang Disabilitas kepada DPRD dan sedang dalam proses pembahasan. Ranperda ini akan menjadi dasar hukum pemberian perlindungan dan fasilitasi para penyandang disabilitas di Kabupaten Blora.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional juga dirangkai dengan penyerahan berbagai hadiah perlombaan kepada para pemenang lomba anak-anak difabel dari seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) se Kabupaten Blora. Diantaranya, lomba lompat jauh putra, lomba lompat jauh putri, lomba mewarnai, lomba menyanyi, lomba lari putra, lomba lari putri, lomba bocce beregu putra, lomba bocce beregu putri dan lomba puisi.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sri Handoko menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan guna mengapresiasi dan memberikan semangat kepada anak-anak difabel agar tetap percaya diri dalam mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, jumlah anak difabel di Blora ada 600 lebih tersebar di beberapa SLB yang ada di Blora, Jepon, Cepu, Ngawen dan Kunduran.

“Semoga ke depan bisa membangun SLB lagi di wilayah Blora Selatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Untuk Kartu Identitas Disabilitas juga sedang kita siapkan,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...