Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebarkan Video Mesum, Pria yang Ngaku Pendeta di Pati Ini Dipidanakan

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pria berinisial TE, warga Kecamatan Jati, Kudus terpaksa berurusan di meja hijau. Pria berusia 43 tahun yang mengaku sebagai pendeta dan mantan guru agama Kristen itu menyebarkan video mesum yang direkamnya saat berhubungan badan dengan mantan pacar.

Hasilnya, ia pun dilaporkan sang mantan berinisial PR, warga Pati atas kasus asusila. Saat ini, kasus tersebut sudah memasuki sidang pertama di Pengadilan Negeri Pati kemarin, Senin (3/12/2018)

Pada sidang pertama tersebut dilaksanakan secara tertutup sekitar pukul 14.00 WIB. JPU Agungsih membaca dakwaan terhadap terdakwa. Karena ada unsur asusila, maka sidang itu tertutup. Sidang berlangsung secara singkat dan akan dilanjutkan pekan depan.

“Memang benar ada sidang kasus asusila atas nama terdakwa. Karena ada unsur asusila, maka sidangnya tertutup,” tutur Humas Pengadilan Negeri (PN) Pati Agung kemarin.

Sementara itu, korban PR mengaku menjalin kasih dengan terdakwa selama lima tahun dari tahun 2012 hingga 2017. Awalnya mereka berkenalan di media sosial. Pelaku yang mengaku sebagai pendeta dan mantan guru agama kristen di salah satu SD di Kecamatan Winong menjadi tempat curhat korban.

Karena sudah merasa nyaman, korban pun jatuh hati kepada terdakwa dan kerap berhubungan layaknya suami istri. Selama berhubungan, terdakwa kerap meminta uang kepada korban. Sampai di titik jenuh, korban ingin memutuskan terdakwa pada 2017 dan meminta uang yang selama ini dipinjam terdakwa dikembalikan.

“Dari situ, dia (terdakwa) sakit hati dan mulai memperlihatkan vidoe dan foto saat ngamar di hotel. Saya tidak mengetahui kalau di video. Saya sudah meminta untuk dihapus namun tak kunjung dihapus terdakwa dan justru video dan poto saya disebar-sebarkan kepada teman-temannya. Akhirnya awal 2018 saya laporkan,” ungkap PR.

Ia menambahkan, langkah hukum itu dilakukan supaya tidak ada lagi korban yang diperas oleh terdakwa. Apalagi selain dirinya, ada beberapa wanita lain yang menjadi korban.

“Saya harap terdakwa dihukum seberat-beratnya,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...