Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lagi, Polres Kudus Gerebek Pabrik Miras di Peganjaran

0 463

MuriaNewsCom, Kudus – Sat Reskrim Polres Kudus kembali menggrebekan tempat produksi minuman keras jenis arak putih di Desa Peganjaran RT 1/ RW 4 Kecamatan Bae. Petugas Kepolisian berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Imam Safi’i warga Desa Peganjaran RT 3 RW 4 Kecamatan Bae.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto membenarkan bahwa personel kepolisian Polres Kudus kembali berhasil menggrebek pabrik miras Minggu (2/12/2018) kemarin. Ia mencerikan setelah adanya informasi ada tempat produksi minuman keras oplosan jenis arah putih. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya setelah dipastikan ada dan benar.

“Petugas kemarin langsung melakukan penggrebekan dan mengamankan satu orang tersangka berikut barang bukti. Selanjutnya tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Kudus untuk proses penyelidikan,” jelasnya saat konfrensi pers di Mapolres Kudus, Senin (3/12/2018).

Ia mengatakan, adapun barang bukti yang bisa diamankan diantaranya 10 botol miras arak putih, satu kardus berisi tutup botol, lima drum ukuran 100 liter dua diantaranya berisi fermentasi dan tiga kosong, satu karung ragi,dan  tiga buah tabung elpiji ukuran 12 kg.

“Selain itu juga, ada satu alat buah penguji alkohol, empat buah pipa tabung untuk penyuling arak, satu bah dandang, satu buah bak, tiga buah tungku kompor gas, satu unit mobil colt, dan 1/5 dus fermiplan pembuat minum,” papar dia.

Kini tersangka harus mendekam di Mapolres Kudus. Tersangka didakwakan telah memproduksi, mendistribusikan minuman keras oplosan yang dapat membahayakan nyawa atau kesehatan dan memperdagangkan barang yang tidak ada label dan tanggal kadaluwarsa. Serta tidak memiliki izin dari instansi terkait sebagaimana dimaksud pasal 204 KHUPidana.

“Ancaman kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara,” ungakapnya.

Sementara itu, tersangka Imam Safi’i (51) mengaku baru sebulan bekerja memproduksi miras jenis arak putih itu. Dalam seharinya, ia mengaku bisa memproduksi mencapai empat dus miras. Dengan satu dusnya berisi 12 botol miras.

“Untuk harga julanya setiap botolnya kami jual Rp 25 ribu. Untuk pemasaran saya tidak tahu. Saya hanya bagian untuk memproduksi,” ungkapnya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.