Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mayat Perempuan Berhelm Tergeletak di Bawah Pohon

0 29.369

MuriaNewsCom, Boyolali – Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan warga terletak di bawah pohon di ladang pinggir jalan, di Dukuh Banjarsari, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Yang mencurigakan, mayat tersebut ditemukan masih mengenakan helm.

Sementara di sekitar tubuh mayat perempuan itu tak ditemukan adanya sepeda motor. Selain itu, mayat tersebut juga tidak mengenakan alas kaki. Padahal, baju korban masih komplit. Mulai dari jilbab, jaket hingga celana.

Ada dugaan, korban merupakan korban pembunuhan, atau korban aksi begal sadis. Dan hingga Senin (3/12/2018) kasus itu masih dalam penyelidikan intensif jajaran Reskrim Polres Boyolali.

Mayat itu, kali pertama ditemukan warga sekitar bernama Sunardi (59) pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu ia tengah pergi di ladang terkejut melihat ada sesok orang yang tergeletak di bawah pohon.

Saat didekati, ternyata tubuh tersebut tak bergerak. Karena panik, ia langsung memanggil warga untuk ikut memeriksanya.

”Masih pakai helm (korban). Pakai celana leging hitam, jaket parasit, jilbabnya merah. Saya beritahu warga, mereka kemudian lapor polisi,” katanya.

Beberapa waktu kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Mojosongo dan Polres Boyolali datang ke lokasi untuk memeriksa mayat. Saat itu, perhiasaan korban berupa anting-anting masih utuh.

Polisi memeriksa tubuh dan skeitar lokasi, namun tidak ditemukan identitas korban. Tim medis juga melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan pertama, tim medis memang tak menemukan adnaya tanda-tanda penganiayaan. Hanya ditemukan lebam di bagian belakang tubuh. Meski demikian, ada kejanggalan, termasuk tidak ditemukannya alas kaki pada tubuh korban.

Sehingga dugaan sementara, mayat tersebut adalah korban pembunuhan yang dibuang di lokasi penemuan. Untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, mayat tersebut dibawa ke RSU Pandanaran Boyolali.

Dari hasil pemeriksaan sidik jari, diketahui jika korban tersebut bernama Eka Rahma Apriyanti Ifada (24), warga Desa Ngadigunung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto kepada wartawan menyebut, korban tinggal di rumah kos yang berada di Kampung Surowedanan, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota. ”Korban bekerja sebagai kasi toko bangunan di dekat kosnya,” ujarnya.

Ia juga menyebut, meski ada dugaan kuat sebagai korban pembunuhan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik yang melakukan autopsi.

“Penyisiran di sekitar lokasi penemuan tak ditemukan alas kaki korban. Sehingga kemungkinan besar korban dibunuh di tempat lain kemudian dibuang di lokasi jasad ditemukan,” terangnya.

Pihaknya juga telah memeriksa saksi-saksi, termasuk pemilik dan penghuni kos. Termasuk memeriksa CCTV yang berada di rumah idnekos tersebut.

Dari keterangan para saksi diketahui jika korban memang tak bisa berkendara dan tak memiliki sepeda motor.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.