MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebulan, Volume Sampah di Kudus Bertambah 19,23 Ton

0 360

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah sampah yang dibawa ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Tanjungrejo selama bulan November meningkat hingga 19,23 ton. Jumlah itu diketahui dari jumlah sampah di bulan Oktober yang hanya 73,1 ton naik menjadi 92,33 ton di bulan November.

Hal ini disebabkan cukup banyaknya acara yang di gelar di Kudus selama satu bulan ke belakang. Dari pantauan MuriaNewsCom, ada sekitar delapan acara besar yang diselenggarakan di Kudus selama Oktober hingga November.

Wahyu, selaku petugas timbangan TPA Tanjungrejo mengatakan jika tiap harinya ada 26 truk yang membawa sampah ke TPA Tanjungrejo. Truk-truk sampah tersebut mengangkut sampai dari semua kecamatan di wilayah Kudus.

“Ada 26 truk sampah yang biasanya nyetor sampah ke sini, mobil dump isi dan beratnya bisa sampai 3 ton lebih kalau yang jenis arm biasanya 1 setegah ton lebih,” ucapnya.

Truk sampah sedang mengangantre untuk ditimbang di penimbangan sampah. (MuriaNewsCom/Anggar Jiwandhana)

Dirinya juga menambahkan jika dalam satu hari truk-truk tersebut bisa mengangkut sampah dan menyetorkannya ke TPA sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari. Apabila ada hajat-hajat besar, kemungkinan akan bertambah intensitas kembalinya.

“Mereka bisa dua sampai tiga kali dalam sehari, kalau ada acara-acara ya mungkin tambah,” tandas Wahyu.

Hal senada juga dituturkan Sugiyono. Staff administrasi di TPA Tanjungrejo ini juga mengatakan jika apabila ada hajat besar di Kota Kudus, maka jumlah sampah akan naik.

“Otomatis naik, kalau hajatnya besar, pasti naik jumlah volume sampah yang dibawa kesini,” tutur Sugiyono.

Nantinya, sampah-sampah di TPA Tanjungrejo akan dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan gas metana. Kedua produk ini sedang coba dikembangkan oleh TPA Tanjungrejo guna memanfaatkan sampah-sampah tersebut.

“Di sini kami olah, ada yang buat pupuk kandang sama gas metana. Sementara untuk kalangan dinas saja karna dalam sedang tahap perkenbangan,” tandas Sugiyono.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.