Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir Bandang, Ribuan Rumah di Kecamatan Grobogan Terendam Semalaman

0 1.550

MuriaNewsCom, Grobogan – Bencana banjir bandang melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Grobogan, Minggu malam hingga Senin (3/12/2018) pagi. Dampak banjir paling parah terjadi di Desa Lebak yang mengalami bencana paling awal karena posisinya paling tinggi.

Kades Lebak Kasman menyatakan, luapan air sungai mulai masuk ke rumah penduduk sekitar pukul 20.00 WIB. Banjir di desanya menggenangi sekitar 879 rumah. Ketinggian air yang masih ke dalam rumah mencapai 60 centimeter. Selain itu, ada belasan rumah rusak berat karena diterjang air yang mengalir sangat deras.

“Itu masih data sementara. Semalam belum bisa maksimal melakukan pendataan. Pagi ini, saya masih keliling ke lapangan. Kali ini adalah banjir bandang paling parah,” katanya, hingga Senin (3/12/2018).

Selain itu, ada banjir bandang juga sempat menjangkau wilayah Desa Teguhan, Putatsari, Tanggungharjo, Karangrejo, dan Ngabenrejo. Banjir pada tiga desa ini terjadi akibat pergerakan air dari wilayah Desa Lebak dan Putatsari.

Banjir bandang terjadi akibat hujan deras di wilayah Desa Sedayu, Sumberjatipohon dan Lebengjumuk sejak sore hingga waktu isak. Ketiga desa ini wilayahnya berada di puncak kawasan pegunungan Kendeng Utara. Hujan deras mengakibatkan sungai-sungai di kawasan itu tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke persawahan dan pemukiman penduduk.

Dampak banjir juga menyebabkan jalan raya menuju Pati dan Kudus terendam. Kondisi ini mengakibatkan arus kendaraan dari kedua arah tersendat. Bahkan, pada dinihari, kendaraan tidak bisa lewat karena ketinggian air mencapai 70 centimeter. Menjelang subuh, akses jalan raya baru bisa normal menyusul surutnya air.

Camat Grobogan Nur Nawanta menyatakan, hingga pagi ini, pihaknya belum bisa menyebutkan data jumlah rumah terendam atau rusak akibat banjir bandang. “Tadi malam hingga dinihari, kondisi jalan tergenang sehingga akses transportasi terganggu. Data sementara, ada ribuan rumah yang terdampak banjir bandang. Soalnya, ada banyak desa yang terkena imbas banjir bandang,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian rumah yang terendam sudah mulai surut airnya sejak dinihari. Air yang surut kemudian bergeser ke kawasan yang lebih rendah.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih dan Kepala DPUPR Een Endarto pagi ini berangkat ke lokasi untuk memantau kondisi terkini. Endang menyatakan, sejak semalam, anggotanya sudah melakukan upaya penanganan banjir bandang bersama instansi terkait dan relawan. Rencananya, hari ini, akan dilakukan penyaluran bantuan logistik pada korban

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang semalam. Banjir disebabkan tingginya curah hujan di wilayah atas selama beberapa jam. Untuk jumlah rumah terdampak masih kita lakukan pendataan lagi,” katanya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.