Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pabrik Miras di Tenggeles Kudus Berkedok Pabrik Kecap

MuriaNewsCom, Kudus – Aktivitas pabrik minuman keras (Miras) di Desa Tenggeles yang digerebek polisi ternyata tidak cukup diketahui warga sekitar. Penyewa sekaligus tersangka peracik minuman keras tersebut itu berdalih usahanya adalah pabrik kecap kecil-kecilan.

Hanya, ruko dua lantai yang memiliki dua pintu rolling door itu selalu tertutup. Meski begitu, bagian belakang rumah cukup terbuka. Hal inilah yang membuat para tetangga tidak terlalu curiga.

Baca Juga: Pabrik Miras di Tenggeles Kudus Digerebek Polisi

Munasri, warga setempat mengatakan, penyewa ruko tersebut orangnya tertutup. Bahkan, ia pun tak pernah mengetahui nama penyewa tersebut. Padahal, keseharian Munasri adalah karyawan koperasi yang berada di sebelah ruko.

”Pas ketemu, ia hanya bilangnya pabrik kecap kecil-kecilan. Kami ya nggak curiga,” ujar Munasri, warga sekitar.

Barang bukti yang digunakan untuk menyimpan miras masih berada di lokasi kejadian lengkap dengan garis polisi. (MuriaNewsCom/Anggar Jiwandhana)

Dia juga menambahkan, tempat tersebut selalu tertutup baik pagi maupun malam. Namun, tak ada aktivitas mencurigakan.

”Kami juga tidak pernah melihat pabriknya buka. Orang dari pagi sampai malam tutup terus. Warga pun sempat bingung produksinya kapan,” lanjut Munasri.

Hal senada juga dituturkan Hartini. Ia juga mengaku rumah berbentuk ruko tersebut tak pernah buka sama sekali. Hanya, ia terkadang melihat orang keluar masuk rumah dan sesekali berjalan di teras atas.

”Sepi mas, semacam ndak ada kegiatan apa-apa. Saya juga tidak pernah melihat orangnya yang mana. Cuman kadang jalan di di atas situ abis itu masuk lagi,” ucapnya.

Sementara itu Solikin, warga yang rumahnya di belakang pabrik juga tidak menaruh rasa curiga terhadap tetangga barunya tersebut. Hanya saja, dia menyebut tersangka sebagai orang yang tidak tahu aturan dan tidak sopan karena tidak pernah tegur sapa.

”Saya sempat negur karena baunya berlebihan. Tapi tak direspon. Sampai sekarang pun, dia belom izin RT RW,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...