Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Orang Meriahkan Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin 2018

MuriaNewsCom, BloraPusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan SKB Blora dan Kampung Samin kembali menggelar acara Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin. Acara dengan tema ”Blora Berbudaya dan Bermartabat” ini dilangsungkan di Kampung Samin Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.

Dalam festival ini juga digelar berbagai lomba. Diantaranya Lomba Kothekan Lesung, Parikan, Membatik dan Menulis Aksara Jawa. Selain warga sedulur sikep (Samin), lomba-lomba tersebut juga diikuti ratusan warga belajar keaksaraan dari seluruh Lembaga Pendidikan Keaksaraan se-Kabupaten Blora.

Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora Nuril Huda mengungkapkan, Kampung Samin yang ada di Desa Sambongrejo adalah salah satu pusat pendidikan masyarakat dalam upaya pemberantasan buta aksara. ”Dibawah bimbingan tokoh setempat, yakni, Mbah Pramugi Pawiro Wijoyo, masyarakat Samin yang sudah tua, yang dulunya belum bisa membaca dan menulis, kini telah melek huruf dan bisa menulis,” jelasnya, Jumat (30/11/2018).

Tidak hanya itu saja, warga juga diajari kemandirian ekonomi dengan pelatihan membatik, pembuatan makanan ringan dan lainnya. Hal itu menjadi sumber pendapatan baru mereka selain bercocok tanam. Semua itu dilakukan dengan tetap mempertahankan budaya dan tradisi setempat.

Sesepuh sedulur sikep Sambongrejo Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo selaku tuan rumah kegiatan Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin menyatakan terimakasih kepada PP PAUD Dikmas Jawa Tengah dan SKB Blora yang setiap tahun melaksanakan kegiatan berkaitan keberaksaraan dan kebudayaan di kampungnya. Menurutnya, kegiatan itu menjadi spirit untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengenalan budaya tradisional.

”Hasilnya ya yang dipertunjukkan pada acara ini, seperti ketrampilan membatik, menulis aksara jawa, musik lesung hingga parikan jawa. Jika dikemas dengan bagus akan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung,” terang Mbah Pram, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala PP PAUD Dikmas Jawa Tengah Djajeng Baskoro menyampaikan apresiasinya kepada sedulur sikep Sambongrejo yang telah berpartisipasi aktif melaksanakan pembelajaran masyarakat. Khususnya dalam pengurangan buta huruf, sekaligus melestarikan tradisi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya.

“Kemajuan zaman memang tidak bisa kita hindari, namun jangan sampai kemajuan itu merusak sendi kehidupan kita. Disinilah perlu adanya edukasi masyarakat, dimana adat istiadat lah yang bisa memfilternya,” ujarnya dalam pembukaan acara Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin, Kamis (29/11/2018).

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...