Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nama Bupati Kudus Dicatut dalam Penipuan CPNS

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus mengklarifikasi terkait adanya penipuan seleksi CPNS yang mengatas namakan Bupati Kudus. Klarifikasi itu diunggah diakun instagram BKPP Kudus.

Diunggahan itu BKPP disebutkan peserta seleksi CPNS agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan pemerintah daerah, baik itu pemkab ataupun bupati. Apalagi, menjanjikan dapat meloloskan menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang

“Pengumuman Berkaitan dgn adanya penipuian mengatasnamakan bupati dlm rekrutmen CPNS 2018. Berikut kami sampaikan hal2 sbb, bahwasannya: 1. Rekrutmen tdk dipungut biaya sepeserpun. 2 pengumuman diumumkan secara resmi melalui website Pemerintah Kab. Kudus dan portal SSCN. 3 Proses seleksi CPNS masih belum selesai. 4 Pengumumanpeserta yang akan mengikuti SKB hoingga saat ini belum ada dan akan diinformasikan secara resmi melalui website pemkab kudus. 5 Agar para pelamar berhati-hati dan tidak mempercayai oknum-oknumyang mengatasnamakan Pemkab yang berjanji dapat meloloskan diangkat menjadi CPNS dg imbalan sejumlah uang. 6 Hal-hal yang berkaitan dg rekrutmen CPNS dapat dikonfirmasikan ke BKPP Kab. Kudus Tlp 0291-438415. 7 Demikian utk menjadi maklum,” tulis BKPP_Kudus

Kabid Pengembangan dan Diklat BKPP Kabupaten Kudus Tulus Yatmika mengatakan, sebelumnya memang ada beberapa peserta yang melapor ke BKPP Kudus terkait adanya penipuan tersebut. Jumlah laporan tersebut tercatat ada dua pelapor.

”Kemarin ada PNS yang datangkepada kami, saudaranya ikut seleksi CPNS tapi ada orang yang mengatasnakan dari pemkab Kudus (Bupati) menjanjikan lolos menjadi PNS namun harus menggunakan imbalan dulu. Karena itu, kami pastikan itu tidak benar. Itu Cuma tipu-tipu. Jangan dipercaya,” terangnya saat ditemui di Kantor BKPP, Jumat (30/11/2018).

Ia mengatakan, dari keterangan pelapor itu oknum meminta imbalan uang. Hanya saja ia mengaku tidak mengetahui secara persis berapa jumlah yang diminta. Ironisnya lagi, si oknum itu meminta imbalan 30 persen terlebih dahulu, baru setelah diterima menjadi PNS imbalan yang diminta harus dilunasi.

“Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat peserta seleksi CPNS untuk tidak mempercayai hal semacam itu,” ujarnya.

Ditambahkan dia, untuk penentuan diterima atau tidaknya pada seleksi CPNS sepenuhnya menjadi kewenangan BKN. Sementara BKPP Kabupaten Kudus sekadar penyelenggara di tingkat Kabupaten tanpa ada hak untuk menentukan diterima atau tidaknya.

Sementara itu, diketahui sebelumnya Badan Kepagawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kudus mulai memberlakukan peraturan Menteri PAN-RB (permenpan) nomor 61 tahun 2018. Yakni tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi pegawai sipil dalam seleksi CPNS tahun 2018.

Dari hasilnya 4.333 peserta seleksi CPNS hanya 162 orang saja yang memenuhi passing grade. Kemudian melaui peraturan tersebut, menjadi 985 peserta seleksi CPNS yang berhak mengikuti tahapan selanutnya tes SKB.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...