Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Punya Biaya Ibu di Magelang Melahirkan di Kamar Mandi, Bayi Dititipkan Dukun Pijat

0 3.083

MuriaNewsCom, Magelang – Seorang tukang pijat di Dusun Nepen, Desa Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, Isti Winarni merasa bingung, ketika sepasang laki-laki dan perempuan meninggalkan begitu saja bayi yang baru dilahirkan di rumahnya.

Apalagi saat itu, kondisi bayi masih belum dimandikan. Dan ari-arinya juga belum dikubur. Isti Winarni juga tambah bingung lantaran, ia tak mengetahui identitas orang tua yang meninggalkan bayi tersebut. Lantaran saat datang, menagku ingin pijat.

Ketika Didatangani aparat Polsek Muntilan, Isti bersama suaminya Kuntiyo menyebut, saat pertama kali datang, orang tua bayi itu bilang baru saja melahirkan di kamar mandi kosnya. ”Orang tua bayi itu bilang tak punya biaya untuk melahirkan,” kata Isti.

Ia menceritakan, dua orang itu datang menaiki sepeda motor matic warna biru. Saat itu, Isti Winani menyuruh si ibu untuk berbaring dan menyusui bayinya. Namun, mereka justru langsung pergi.

Isti juga ceirta, ketia mereka datang bayi belum dimandikan hanya dibalut dengan selendang. Kemudian ia memandikan bayi, dan langsung saya beri pakaian. Sementara Kuntiyo membersihkan ari-ari yang dibawa laki-laki itu dan membuat kubangan untuk menanam air-ari tersebut.

” Ibu bayi cerita kalau ia melahirkan tanpa bantuan orang, di kamar mandi rumahnya kos nya . Memang beberapa hari sebelumnya, ibu bayi pernah pijat ke sini, dan bilang nantinya akan menitipkan anaknya ke saya,” ujarnya.

Dari keterangan Isti diketahui, jika pasangan itu melahirkan di rumah kosnya di daerah Desa Tamanagung, Muntilan. Selain itu, ibu bayi juga pernah cerita kalau ia pernah memeriksakan kehamilannya di bidan yang ada di Dusun Bludru, Desa Tamanagung.

Wakapolsek Muntilan Iptu Hartoyo menyatakan, pihaknya langsung merespon dengan memerintahkan anggta untuk menyelidiki identitas ibu bayi dengan meminta data ke bidan desa tersebut.

”Dari keterangan asisten bidan memang benar kurang lebih dua hari yang lalu ada ibu-ibu hamil datang dan memeriksakan kandunganya yang sudah berumur kurang lebih 8 bulan,” terangnya.

Namun saat itu ketuban sudah pecah dan disarankan untuk dirujuk ke RSU Muntilan. Namun sang ibu tidak mau, dengan alasan tidak punya biaya persalinan. Pihak kepolisian juga sudah mendapatkan identitas dan alamat ibu bayi tersebut.

Saat ini bayi laki-laki dengan berat 20 ons itu dirawat di RSUD Magelang. Kondisi bayi dalam kondisi sehat.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.