Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ribuan Buruh PT Gentong Gotri Cairkan Uang Sisa Iuran, Besarannya Cuma Rp 100 Ribu

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan buruh pekerja PT Gentong Gotri mengantre mencairkan uang di Kantor Forum Pengsaha Rokok Kretek Kudus, Rabu (28/11/2018). Mereka mengantre mencairkan uang sisa iuran jaminan sosial dan kesehatan yang dikelola koperasi karyawan rokok selama bekerja di PT Gentong Gotri.

Dari pantauan MuriaNewsCom, terlihat para ibu-ibu itu mengantre di depan kantor tersebut. Mereka tampak berjubel untuk bergantian masuk guna mendapatkan uang itu. Tak sekali mereka juga tampak saling dorong.

Sulastri warga asal Pati itu rela datang dari pagi untuk mencarikan dana itu. Ia mengaku menerima uang tersebut sebesar Rp 100 ribu.

”Ini tadi saya mencarikan uang iuran sejumlah Rp 100 ribu. Ini bukan uang pesangon dari perusahan, beda. Yang pesangon kami masih menunggu pencairannya,” ujarnya saat ditemui selepas mencairkan uang tersebut, Rabu (28/11/2018).

Senada juga dikatakan Nur Khasanah warga Kudus. Ia rela mengantre untuk mencairkan uang iruan tersebut. Rencannya uang tersebut untuk diberikan anaknya sekolah.

”Uang pesangon yang kami tuntun belum cair. Ini adalah uang iuran yang kami terima sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, Daru Handoyo Kuasa Hukum Buruh PT Gentong Gotri mengatakan pencairan dana ini adalah dana sisa iuran jaminan sosial dan kesehatan yang dikelola oleh koperasi. Yakni Pusat Koperasi Karyawan Industri Rokok Kudus.

”Namun koperasi itu, pada bulan Desember tahun lalu itu bubar. Padahal buruh itu, selama ia bekerja iuran 2,5 persen dari upah mereka untuk disimpan di koperasi itu,” ujarya.

Ia mengatakan, ternyata di koperasi tersebut ada saldo sebesar Rp 260 juta. Menurut dia, uang tersebut layak untuk dibagikan kepada buruh dan karyawan PT Gentong Gotri.

”Iuran itu dibagikan kepada 1.151 buruh karyawan PT Gentong Gotri. Teknisnya dibagikan secara bertahap. Ini tahap pertama dan tahap kedua Rencananya bulan Desember mendatang. Rata-rata mereka mendapatkan uang Rp 100 ribu,” papar dia.

Sementara untuk uang pesangon, ia mengaku hingga saat ini masih menegosiasi. Untuk itu, ia meminta kepada buruh pekerja untuk sabar mencairkan upah pesangon.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...