Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terisolir Saat Sungai Meluap, Warga Desa Ketro Grobogan Butuh Pembangunan Jembatan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebagian warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung berharap adanya pembangunan jembatan menuju Dusun Ketro Timur. Harapan itu dilontarkan karena sudah cukup lama, warga setempat selalu terisolir saat sungai meluap.

Saat ini, memang masih terdapat jembatan melintasi sungai selebar 14 meter. Namun, kondisi jembatan ini sudah tidak bisa berfungsi saat sungai penuh air karena posisinya rendah.

Ketika sungai penuh, jembatan yang dibangun sejak 30 tahun lalu itu tertutup air. Kondisi ini menyebabkan warga tidak bisa melintas sehingga aktivitas menjadi terganggu.

Setelah air sungai surut, warga juga masih belum bisa menyeberangi jembatan. Soalnya, banyak tumpukan sampah yang tertinggal di atas bersamaan dengan surutnya air.

“Kalau air sungai penuh, banyak warga tidak sekolah atau bekerja karena tidak bisa keluar dari kampung. Soalnya, jembatan itu jadi akses satu-satunya untuk keluar dusun,” kata Camat Karangrayung Hardimin, Senin (26/11/2018).

Ia menyatakan, dari kondisi yang ada, memang butuh pembangunan jembatan baru yang posisinya lebih tinggi dari tanggul sungai. Dengan demikian, saat sungai meluap, jembatan tidak akan terendam air dan masyarakat masih bisa melakukan aktivitas.

“Kami sudah minta pihak desa agar mengalokasikan dana untuk pembangunan jembatan di sana. Namun, ini juga perlu dukungan dari pemerintah kabupaten karena butuh anggaran besar dan dana milik desa juga terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto saat dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya sudah mendapat informasi lewat media sosial, soal terputusnya akses jembatan di Desa Ketro saat sungai meluap tersebut. Agus mengaku sangat prihatin dengan kenyataan itu.

“Informasi ini akan segera kita tindaklanjuti. Saya sudah minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mengecek ke lapangan. Kalau kondisinya sangat mendesak, maka pembangunan jembatan disana bisa kita priroritaskan,” katanya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...