Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hanya Ditagih Utang Rp 30 Ribu, 2 Orang Ini Bunuh Temannya dengan Sadis

0 1.857

MuriaNewsCom, Purworejo – Hanya gara-gara ditagih utang, dua orang residivis kasus curanmor tega menghabisi nyawa temannya sendiri dengan cara sadis. Padahal utang yang ditagih tidak banyak, hanya sebesar Rp 30 ribu.

Korbannya adalah Achmad Munasir (29)  warga Desa Langenrejo, Kecamatan Butuh, Purworejo, yang dihabisi dengan cara ditusuk sebanyak delapan kali. Sehabis dibunuh, tubuh korban dibuang di saluran irigasi Dusun Kedungdowo, Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo.

Tak hanya itu saja, barang berharga korban seperti sepeda motor dan HP juga dibawa kabur. Aksi pembunuhan ini terjadi pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Tubuh korban kali pertama ditemukan warga yang kebetulan tengah berburu burung di sekitar lokasi kejadian. Dan kini kasus itu telah terungkap.

Dua pelaku berhasil diringkus aparat Satreskrim Polres Purworejo. Tak hanya itu saja, pelaku juga dihadiahi timah panas di kakinya karena mencoba melawan dan melarikan diri.

Dua pelaku yang telah menghabisi nyawa temannya sendiri dengan kejam itu diketahui bernama Mansyur Rahman (39) warga Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dan Sigit Rahayu (29) warga Kelurahan Sapuran, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Dua pembunuh sadis ini dibekuk di tempat persembunyiannya di Desa Lugosobo, Kecamatan Gebang, beberapa hari setelah melakukan aksi pembunuhan.

Menurut pengakuan tersangka, mereka nekat menghabisi dengan sadis nyawa temannya, karena kesal selalu ditagih utang. Pelaku yang ditagih utangnya yakni Sigit Rahayu.

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika korban dihabisi dengan sebilah pisau dapur. Ada delapan tusukan bersarang di tubuh korban.

Sebelum dibunuh, korban dan kedua tersangka janjian untuk bertemu hingga akhirnya korban dibawa ke sebuah ladang dan ditusuk hingga tewas.

“Kedua tersangka kerja sama, Sigit bertugas mencekik korban dari belakang dan Mansyur yang melakukan penusukan,” ujarnya, Sabtu (24/11/2018).

Setelah korban tewas bersimbah darah, kedua tersangka kemudian mengambil barang-barang berharga korban yaitu uang tunai Rp 800 ribu, dua buah HP dan sepeda motor. ”Barang-barang yang diambil tersangka kini sudah diamankan sebagai barang bukti,” terangnya.

Akibat perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan. Dengan jeratan pasal ini, para tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.