Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang Pilpres dan Pileg, Ini Pesan Habib Syech Kepada Warga Pati

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang hajatan demokrasi yang dilakukan secara nasional, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf berpesan kepada warga Pati agar jangan mudah terprovokasi. Apalagi, saat ini banyak perilaku politik yang tidak wajar, suka memperjual belikan suara dan menghujat lawan.

“Pesta demokrasi ini harus kita sambut dengan gembira, tidak ada pertengkaran, apalagi sampai bermusuhan. Silahkan kalian pilih calon pemimpin yang kalian suka, tetapi jangan tunjukkan pilihanmu kepada orang lain atau menyuruh orang lain untuk mengikuti pilihanmu,” ungkap Habib Syech saat mengisi sholawatan di Alun-Alun Pati, Kamis (22/11/2018) malam kemarin.

Habib Syech juga berpesan agar masyarakat jangan sampai golput. Apalagi memilih pemimpin adalah satu hal yang wajib untuk mewujudkan tatanan pemerintahan yang baik. Apabila hak pilih itu tidak digunakan, maka jangan salahkan orang lain kalau pemimpinnya tidak adil dan tidak amanah.

“Pokoknya pilih siapapun calon yang kalian anggap baik. Tapi jangan sampai memilih calon yang gampang memberikan uang untuk membeli suara, karena itu sudah jelas tidak baik dan tidak diperbolehkan baik dalm agama maupun hukum negara,” tegasnya.

Lebih dari itu, Habib Syech juga menyoroti tentang sepak terjang tim sukses para calon yang suka memprovokasi massa untuk menggunakan hak pilihnya pada satu pasangan calon tertentu. Menurutnya, itu adalah pembodohan dan menyesatkan hati nurani masyarakat.

“Tim sukses itu kerjanya adalah mencerdaskan masyarakat, bukan malah menggiring untuk menggunakan hak pilihnya pada satu calon tertentu. Kebanyakan memang seperti ini, tapi perlahan harus dirubah. Kita harus dewasa dalam berpolitik, apalagi 2019 nanti adalah hajatan demokrasi yang besar,” imbuhnya.

Menurutnya, agar tidak salah pilih masyarakat harus mencermati visi dan misi para calon. Tidak hanya itu, perilakunya selama ini juga harus diamati, baik sebelum nyalon maupun ketika nyalon. Dengan begitu, nantinya masiarakat tidak akan salah dalam memilih pemimpin.

“Saya juga punya pilihan, kalian juga punya pilihan. Tetapi kalian tidak boleh mengetahui siapa calon yang saya pilih, dan saya juga tidak berhak tahj siapa pilihan kalian. Karena sifatnya adalah rahasia. Jadi, kalau sudah rahasia jangan sampai pilihan kalian itu di tunjukkan kepada orang lain. Ingat, pemilu itu harus luber jurdil,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...