Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Pantau Kepatuhan Koperasi Simpan Pinjam

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus terus memantau kepatuhan koperasi simpan pinjam (KSP) yang beroperasi di wilayah kerjanya. Pemantauan ini ditujukan untuk menekan adanya penyimpangan dana yang dikelola KSP.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Bambang Tri Waluyo mengungkapkan, setiap tiga bulan sekali setiap KSP diminta menyampaikan laporan usaha simpan pinjam sebagai dasar evaluasi. ”Melihat besarnya potensi koperasi simpan pinjam di Kudus, maka sangat diperlukan pengawasan terhadap operasional KSP. Dengan demikian, diharapkan tidak ada yang dirugikan,” kata Bambang.

Dalam monitoring yang dilakukan Disnaker Perinkop dan UKM juga melibatkan aspek-aspek kesehatan dari setiap koperasi simpan pinjam. Aspek penilaian ini terbagi dalam empat predikat, yakni sehat, cukup sehat, di bawah pengawasan, dan di bawah pengawasan khusus.

Penilaian kesehatan KSP, meliputi penilaian terhadap aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan dan jatidiri koperasi. Penilaian terhadap aspek-aspek tersebut diberikan bobot penilaian sesuai dengan besarnya yang berpengaruh terhadap kesehatan KSP tersebut.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan sistem nilai kredit atau reward system yang dinyatakan dengan nilai kredit 0 sampai dengan 100. Koperasi yang memiliki skor penilaian 80 hingga 100 dikategorikan koperasi yang sehat. Sedangkan koperasi dengan nilai 60 hingga kurang dari 80 dikatakan koperasi yang cukup sehat. Adapun koperasi yang masuk kategori di bawah pengawasan adalah koperasi dengan skor penilaian 40 hingga kurang dari 60. Jika memiliki skor di bawah tersebut, maka koperasi dapat dikatakan masuk dalam predikat di bawah pengawasan khusus.

”Kami selalu rutin melakukan pemantauan. Sejauh ini, dari hasil penilaian yang kami lakukan, koperasi-koperasi simpan pinjam yang beroperasi di Kudus masih dalam kategori cukup sehat,” ujarnya.

Kabid Koperasi dan UKM Abi Wibowo menerangkan, pedoman penilaian kesehatan KSP bertujuan untuk memberikan pedoman kepada pejabat penilai, gerakan koperasi, dan masyarakat agar KSP dapat melakukan kegiatan usaha simpan pinjam. Berdasarkan prinsip koperasi secara profesional, sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kesehatan.

”Dengan demikian, jika koperasi berjalan baik maka dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya,” ucap Abi. (NAP)

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...